Partai Penguasa Jepang Kalah pada Pemilu Sela, Kenapa Jadi Sejarah Paling Memalukan?
Senin, 28 Oktober 2024 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Jenderal Tertinggi Zionis Sesumbar Israel Hanya Gunakan Secuil Kemampuan saat Serang Iran
"Ini bukan akhir, tetapi awal," kata pemimpin CDPJ Yoshihiko Noda dalam konferensi pers, dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa partainya akan bekerja sama dengan partai-partai oposisi lainnya untuk mengupayakan perubahan pemerintahan.
Perdana Menteri Ishiba mengatakan ia akan menunggu hingga hasil akhir, yang diharapkan pada dini hari Senin, sebelum mempertimbangkan kemungkinan koalisi atau kesepakatan pembagian kekuasaan lainnya.
Bulan lalu, Ishiba mengalahkan delapan kandidat lainnya untuk menjadi ketua LDP konservatif, yang telah memerintah Jepang hampir tanpa gangguan selama tujuh dekade, meskipun dengan seringnya terjadi pergantian pemimpin.
Ia memangku jabatan beberapa hari kemudian, menggantikan Fumio Kishida, yang menghadapi ketidakpuasan atas kenaikan harga, skandal dana gelap, dan hubungan LDP dengan gerakan Kristen setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022.
2. Membangun Kesepakatan untuk Berbagai Kekuasaan
Hasilnya dapat memaksa partai-partai untuk membuat kesepakatan pembagian kekuasaan yang tidak jelas untuk berkuasa, yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan politik karena negara tersebut menghadapi tantangan ekonomi dan situasi keamanan yang menegangkan di Asia Timur."Ini bukan akhir, tetapi awal," kata pemimpin CDPJ Yoshihiko Noda dalam konferensi pers, dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa partainya akan bekerja sama dengan partai-partai oposisi lainnya untuk mengupayakan perubahan pemerintahan.
Perdana Menteri Ishiba mengatakan ia akan menunggu hingga hasil akhir, yang diharapkan pada dini hari Senin, sebelum mempertimbangkan kemungkinan koalisi atau kesepakatan pembagian kekuasaan lainnya.
Bulan lalu, Ishiba mengalahkan delapan kandidat lainnya untuk menjadi ketua LDP konservatif, yang telah memerintah Jepang hampir tanpa gangguan selama tujuh dekade, meskipun dengan seringnya terjadi pergantian pemimpin.
Ia memangku jabatan beberapa hari kemudian, menggantikan Fumio Kishida, yang menghadapi ketidakpuasan atas kenaikan harga, skandal dana gelap, dan hubungan LDP dengan gerakan Kristen setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022.
3. Kesalahan Prediksi yang Paling Buruk
Ishiba menyerukan pemilihan umum dadakan segera setelah terpilih, dengan harapan memenangkan mandat publik untuk jabatan perdana menterinya.Lihat Juga :