Israel Usir Ratusan Warga Palestina dari Jabalia Gaza, Jalanan Dipenuhi Mayat
Kamis, 24 Oktober 2024 - 10:28 WIB
loading...
Pasukan Israel mengusir ratusan warga Palestina dari Jabalia, utara Gaza, dan melarang mereka membawa jasad kerabat mereka. Foto/Screengrab video CNN
A
A
A
GAZA - Pasukan Israel telah mengusir ratusan warga Palestina dari kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara, tempat pengepungan di daerah itu memasuki hari ke-19.
Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Israel sedang melaksanakan "Rencana Jenderal"—proposal kontroversial untuk membersihkan etnis Palestina di utara Gaza dan mendudukinya tanpa batas waktu.
Warga Palestina yang dipaksa meninggalkan Gaza utara di sepanjang "rute aman" ke selatan telah melaporkan melihat jalanan dipenuhi mayat orang-orang yang dibunuh oleh pasukan Israel.
Baca Juga: Hizbullah Klaim Bantai Lebih dari 70 Tentara Israel dalam Pertempuran Sengit
Tentara Israel telah melarang mereka yang diusir membawa serta korban luka atau meninggal.
"Kami meninggalkan tempat itu sambil meninggalkan mayat dan orang-orang yang terluka meminta pertolongan tanpa kami dapat merawat mereka," kata Yaser Hamad, warga Jabalia, seperti dikutip oleh Al-Araby Al-Jadeed, layanan berbahasa Arab milik The New Arab, Kamis (24/10/2024).
Hamed telah mencari perlindungan bersama keluarganya selama 17 hari di sebuah tempat penampungan di Jabalia hingga serangan Israel menghantam tempat penampungan itu pada hari Senin.
Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Israel sedang melaksanakan "Rencana Jenderal"—proposal kontroversial untuk membersihkan etnis Palestina di utara Gaza dan mendudukinya tanpa batas waktu.
Warga Palestina yang dipaksa meninggalkan Gaza utara di sepanjang "rute aman" ke selatan telah melaporkan melihat jalanan dipenuhi mayat orang-orang yang dibunuh oleh pasukan Israel.
Baca Juga: Hizbullah Klaim Bantai Lebih dari 70 Tentara Israel dalam Pertempuran Sengit
Tentara Israel telah melarang mereka yang diusir membawa serta korban luka atau meninggal.
"Kami meninggalkan tempat itu sambil meninggalkan mayat dan orang-orang yang terluka meminta pertolongan tanpa kami dapat merawat mereka," kata Yaser Hamad, warga Jabalia, seperti dikutip oleh Al-Araby Al-Jadeed, layanan berbahasa Arab milik The New Arab, Kamis (24/10/2024).
Hamed telah mencari perlindungan bersama keluarganya selama 17 hari di sebuah tempat penampungan di Jabalia hingga serangan Israel menghantam tempat penampungan itu pada hari Senin.
Lihat Juga :