Meski Para Pemimpinnya Dibunuh, Mengapa Hizbullah dan Hamas Terus Eksis?

Kamis, 24 Oktober 2024 - 13:20 WIB
loading...
A A A
Rezim Zionis tidak menyangka perlawanan akan melaksanakan operasi dengan tingkat kecanggihan seperti yang dilakukannya setelah Sayyed Nasrallah syahid.

Serangan pesawat nirawak dan rudal dari Lebanon telah membuat Iron Dome yang banyak digembar-gemborkan dan "sistem pertahanan udara" lainnya tidak berguna, menyerang jantung target militer Israel di Palestina yang diduduki.

Siapa yang mengira serangan pesawat nirawak Hizbullah akan menyerang gedung kantin pangkalan Brigade Golani tepat pada saat pasukan Zionis sedang makan malam? Tidak satu jam sebelumnya, tidak satu jam setelahnya?

Ini menunjukkan bahwa Hizbullah memiliki informasi tentang target Zionis paling rahasia yang dapat diserangnya dengan tepat dan sekarang memiliki rekaman dan data yang ditangkap oleh pesawat nirawak Hudhub-nya di wilayah yang diduduki.

Situs-situs sensitif di Haifa sedang dibombardir. Hanya Hizbullah dan Tuhan yang tahu apa yang dibawa kembali oleh Hudhud dari Haifa. Kota itu mungkin pada akhirnya akan menjadi lebih penting daripada Tel Aviv.

Kemartiran para pemimpin perlawanan ini tidak terbatas pada Hamas dan Hizbullah.

Ada juga Yaman, yang melakukan operasi militer yang berani melawan entitas Zionis dan para pendukung Baratnya, tanpa takut akan konsekuensinya.

Siapa yang mengira bahwa warisan perjuangan dan perlawanan Sayyed Hussein al-Houthi melawan pemimpin boneka Amerika Serikat yang sudah lama akan mengilhami revolusi Yaman pada awal tahun 2015?

Negara termiskin dan dilanda perang di Asia Barat itu berjuang demi kedaulatan dan kemerdekaannya untuk berdiri bersama Gaza dan Lebanon. Dan pawai pro-Palestina dan pro-Lebanon yang diikuti sejuta orang di seluruh negeri setiap hari Jumat selama setahun penuh adalah sesuatu yang dipilih oleh media arus utama untuk ditutup-tutupi.

Ketika rekan dekat pemimpin Ansarulllah Sayyed Abdul Malik al-Houthi, Saleh al-Sammad, tewas di tangan Saudi dan Amerika Serikat pada tahun 2018, Yaman terus bertempur dengan intensitas yang lebih besar.

Mahdi al-Mashat, yang menggantikan al-Sammad sebagai kepala Dewan Politik Tertinggi, telah menjadikan Yaman saat ini sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan.

Apakah kapal-kapal Zionis atau yang berafiliasi dengan Zionis mampu melewati Laut Merah? Jawabannya ada di Pelabuhan Eilat, yang telah bangkrut serta pelabuhan-pelabuhan lain yang diduduki Israel. Kapal-kapal takut berlayar di perairan yang bermasalah.

Upaya-upaya Zionis untuk mengirim kapal-kapal mereka melalui Mediterania telah menyebabkan rudal-rudal Yaman mencapai mereka. Ini terjadi sementara Yaman menembakkan rudal-rudal hipersonik ke Tel Aviv sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza.

"Dari keberanian Hizbullah di Lebanon hingga keberanian Perlawanan Islam di Irak, hingga orang-orang Arab sejati di Suriah hingga peradaban kuno Yaman, perlawanan terus berlanjut dalam berbagai corak," kata Bahrani.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
Infografis
Mengapa Mesir dan Yordania...
Mengapa Mesir dan Yordania Tolak untuk Menampung Pengungsi Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved