Kheibar Shekan-2, Rudal Iran yang Bakal Kalahkan Sistem Misil THAAD Amerika di Israel

Selasa, 22 Oktober 2024 - 11:08 WIB
loading...
A A A
Hal ini memungkinkan rudal untuk melewati THAAD sepenuhnya dan efektif serta mencapai targetnya.

Meskipun manuver ini memberikan tekanan panas yang signifikan pada kendaraan luncur Kheibar Shekan-2, ini merupakan metode yang efektif untuk menghindari THAAD dan menyerang target yang dituju, mungkin termasuk baterai THAAD itu sendiri.

Mengingat personel Amerika mengoperasikan baterai THAAD, Iran mungkin memilih untuk tidak menargetkannya secara langsung, sebaliknya berfokus untuk mengalahkannya dengan tetap berada di luar jangkauan serangan mereka.

Alternatifnya, Iran dapat memilih untuk menargetkan pasukan yang mengoperasikan baterai, karena ini akan menunjukkan keterlibatan langsung Amerika dalam agresi Israel terhadap Republik Islam, menurut para analis militer.

Sementara Kheibar Shekan-2 ditempatkan dengan baik untuk menghindari THAAD, Kheibar Shekan-1 juga memiliki peluang yang kredibel untuk mengalahkan sistem dengan menargetkan lokasi di dekat tepi jangkauan THAAD, yang berkurang secara signifikan saat berhadapan dengan rudal balistik udara di atmosfer.

Meskipun teknologi THAAD canggih, biayanya yang tinggi membatasi jumlah pencegat yang tersedia, terutama jika dibandingkan dengan volume dan ukuran persenjataan rudal balistik Iran.

Akibatnya, kontribusi THAAD terhadap pertahanan rezim Israel mungkin sebagian besar bersifat simbolis, menawarkan dukungan radar tambahan dan melindungi lokasi berprioritas tinggi, seperti Pangkalan Udara Nevatim, dari ancaman rudal Iran yang kurang canggih.

Namun, efektivitasnya berkurang tajam saat menghadapi ancaman yang lebih canggih seperti Kheibar Shekan-2.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved