10 Fakta Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas yang Diklaim telah Meninggal di Tangan Israel

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Ia masuk universitas pada saat banyak pemuda Palestina di Jalur Gaza melihat ke arah solusi Islam untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina setelah puluhan tahun pan-Arabisme gagal melakukannya.

3. Ikut Gerakan Organisasi Mahasiswa Pembela Palestina


Ketika masih aktif di kampus, Sinwar sempat mengikuti organisasi mahasiswa yang menggabungkan pemikiran Islam dengan nasionalisme Palestina.

Gerakan itu dengan cepat berkembang dan dinilai sebagai benih ekstrimis oleh Israel.

4. Pernah Ditangkap Tahun 1982


Karena mengikuti organisasi pembebasan Palestina ketika masih kuliah, Sinwar lantas ditangkap pada tahun 1982. Dirinya ditahan karena partisipasinya dalam organisasi tersebut, meskipun tidak ada tuduhan resmi.

5 Aktif di Organisasi Islam Al Maj


Pada tahun 1985, sebelum pembentukan Hamas, Sinwar sempat membantu mengorganisasi Al-Majd. Gerakan ini merupakan jaringan pemuda Islam yang bertugas mengungkap semakin banyaknya informan Palestina yang direkrut oleh Israel dalam beberapa tahun terakhir.

6. Bergabung dengan Hamas Tahun 1987


Ketika Hamas dibentuk pada tahun 1987, Al-Majd dimasukkan ke dalam kader keamanannya. Setahun setelahnya, jaringan tersebut ditemukan memiliki senjata, dan membuat Sinwar harus kembali ditangkap oleh Israel selama beberapa minggu.

7. Pernah Dipenjara dan Akan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup


Pada tahun 1989, Sinwar dihukum atas tuduhan pembunuhan warga Palestina yang diduga bekerja sama dengan Israel dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

8. Membangun Relasi di Penjara


Selama Sinwar dipenjara, ia memiliki pengaruh yang kuat terhadap sesama tahanan, menggunakan taktik penyiksaan dan manipulasi serta bantuan dari koneksinya di luar penjara.

Ia berusaha menghukum sesama tahanan yang ia curigai sebagai informan dan pernah memaksa sekitar 1.600 tahanan untuk melakukan mogok makan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved