Iran Klaim Tidak Perlu Senjata Nuklir
Kamis, 17 Oktober 2024 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan peningkatan tekanan pada para pendukung rezim Zionis dapat menghentikan "mesin pembunuh"-nya.
Dalam percakapan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said pada hari Rabu, Presiden Pezeshkian berterima kasih kepada Muscat atas sikapnya terhadap pelanggaran Israel di Gaza dan Lebanon, mendesak "persatuan yang lebih besar" di antara negara-negara Muslim.
Baca Juga: AS Terjunkan Pesawat Pengebom Nuklir B2 ke Yaman, Ada Apa?
"Jika negara-negara Muslim bertindak sebagai satu kesatuan, rezim Zionis tidak akan berani melakukan pelanggaran dengan mudah, dan AS serta negara-negara Barat juga tidak akan dapat mendukungnya," katanya.
Pezeshkian juga menegaskan kembali keinginan Teheran untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Muscat, seraya mencatat bahwa hubungan dengan Oman merupakan salah satu prioritas utama Republik Islam dan berada dalam kerangka perluasan kerja sama dengan negara-negara tetangga.
Dalam percakapan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said pada hari Rabu, Presiden Pezeshkian berterima kasih kepada Muscat atas sikapnya terhadap pelanggaran Israel di Gaza dan Lebanon, mendesak "persatuan yang lebih besar" di antara negara-negara Muslim.
Baca Juga: AS Terjunkan Pesawat Pengebom Nuklir B2 ke Yaman, Ada Apa?
"Jika negara-negara Muslim bertindak sebagai satu kesatuan, rezim Zionis tidak akan berani melakukan pelanggaran dengan mudah, dan AS serta negara-negara Barat juga tidak akan dapat mendukungnya," katanya.
Pezeshkian juga menegaskan kembali keinginan Teheran untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Muscat, seraya mencatat bahwa hubungan dengan Oman merupakan salah satu prioritas utama Republik Islam dan berada dalam kerangka perluasan kerja sama dengan negara-negara tetangga.
Lihat Juga :