Jenderal Iran Klaim Negaranya Miliki Senjata Rahasia Lebih Kuat dari Bom Nuklir
Kamis, 17 Oktober 2024 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika [Donald] Trump ingin mengurangi ekspor minyak kami, ada sejumlah operasi taktis," klaim Rostami.
"Saya tidak akan mengatakan siapa yang melakukannya, tetapi lima kapal tanker meledak di pelabuhan Fujairah yang dijaga ketat. Mereka bahkan tidak tahu dari mana serangan itu berasal. Mereka bahkan mengajukan pengaduan ke PBB. Uni Emirat Arab menuduh kami, tetapi tidak dapat memberikan bukti. Ini adalah beberapa contoh yang dapat saya sebutkan," paparnya.
Pekan lalu, sekelompok anggota Parlemen Iran meminta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi untuk meninjau doktrin pertahanan negara itu dan mencabut larangan pengembangan senjata nuklir.
Tuntutan itu muncul di tengah ancaman berkelanjutan dari Israel yang akan menyerang fasilitas nuklir dan minyak Iran.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat menyusul pembunuhan para pemimpin Hamas dan Hizbullah serta seorang jenderal IRGC oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bulan lalu.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran pada 1 Oktober, dengan klaim hanya menargetkan fasilitas militer.
"Saya tidak akan mengatakan siapa yang melakukannya, tetapi lima kapal tanker meledak di pelabuhan Fujairah yang dijaga ketat. Mereka bahkan tidak tahu dari mana serangan itu berasal. Mereka bahkan mengajukan pengaduan ke PBB. Uni Emirat Arab menuduh kami, tetapi tidak dapat memberikan bukti. Ini adalah beberapa contoh yang dapat saya sebutkan," paparnya.
Pekan lalu, sekelompok anggota Parlemen Iran meminta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi untuk meninjau doktrin pertahanan negara itu dan mencabut larangan pengembangan senjata nuklir.
Tuntutan itu muncul di tengah ancaman berkelanjutan dari Israel yang akan menyerang fasilitas nuklir dan minyak Iran.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat menyusul pembunuhan para pemimpin Hamas dan Hizbullah serta seorang jenderal IRGC oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bulan lalu.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran pada 1 Oktober, dengan klaim hanya menargetkan fasilitas militer.
Lihat Juga :