Lagi, Tank-tank Merkava Israel Serang Pangkalan UNIFIL dan Ledakkan Granat
Senin, 14 Oktober 2024 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu, lanjut militer Zionis, sangat dekat dengan pos UNIFIL dan sebuah tank yang membantu mengevakuasi korban yang ditembaki kemudian mundur ke pos UNIFIL.
"Mereka tidak menyerbu pangkalan. Mereka tidak mencoba memasuki pangkalan. Itu adalah tank yang ditembaki hebat, menimbulkan banyak korban, mundur untuk menghindar dari bahaya," klaim juru bicara militer Israel Nadav Shoshani kepada wartawan, yang dilansir Reuters, Senin (14/10/2024).
Dalam sebuah pernyataan, militer Zionis menambakan bahwa mereka menggunakan kedok asap untuk memberikan perlindungan bagi evakuasi tentara yang terluka, tetapi tindakan mereka tidak membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Lima tentara pasukan penjaga perdamaian PBB telah terluka akibat serangkaian serangan Israel dalam beberapa hari terakhir.
UNIFIL mengatakan setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi 1701 yang jadi mandat misi tersebut.
Sebelumnya pada hari Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres: "Sudah waktunya bagi Anda untuk menarik UNIFIL dari benteng Hizbullah dan dari zona pertempuran."
"Mereka tidak menyerbu pangkalan. Mereka tidak mencoba memasuki pangkalan. Itu adalah tank yang ditembaki hebat, menimbulkan banyak korban, mundur untuk menghindar dari bahaya," klaim juru bicara militer Israel Nadav Shoshani kepada wartawan, yang dilansir Reuters, Senin (14/10/2024).
Dalam sebuah pernyataan, militer Zionis menambakan bahwa mereka menggunakan kedok asap untuk memberikan perlindungan bagi evakuasi tentara yang terluka, tetapi tindakan mereka tidak membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Lima tentara pasukan penjaga perdamaian PBB telah terluka akibat serangkaian serangan Israel dalam beberapa hari terakhir.
UNIFIL mengatakan setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi 1701 yang jadi mandat misi tersebut.
Sebelumnya pada hari Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres: "Sudah waktunya bagi Anda untuk menarik UNIFIL dari benteng Hizbullah dan dari zona pertempuran."
Lihat Juga :