8 Fakta Sejarah Bahrain, dari Dapat Kemerdekaan dari Inggris hingga TampungPangkalan Militer AS

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 19:50 WIB
loading...
A A A
Kelangkaan gas yang diproduksi secara lokal telah menunda perluasan bisnis logam negara tersebut, tetapi Bahrain terus menerima minyak melalui jaringan pipa dari Arab Saudi, yang dimurnikannya menjadi bahan bakar, pelumas, dan produk lain berkualitas tinggi untuk diekspor ke Eropa.

7. Bangkit Setelah Perang Saudara di Lebanon

Pecahnya perang saudara di Lebanon pada tahun 1970-an memberikan kesempatan bagi Bahrain untuk membangun dirinya sebagai pusat perbankan di wilayah tersebut, posisi yang sebelumnya ditempati oleh Beirut.

Kebangkitan Dubai berikutnya sebagai pusat keuangan dan ekspatriat saingan telah memaksa kerajaan tersebut untuk melakukan diversifikasi ke area khusus seperti keuangan dan asuransi Islam, tetapi terus bersaing langsung dengan UEA sebagai basis bagi lembaga keuangan di Teluk.

8. Memiliki Pangkalan Angkatan Laut AS

Bahrain saat ini adalah negara yang relatif stabil dan makmur, yang menjadi tempat Armada Kelima Angkatan Laut AS dan anggota Dewan Kerjasama Teluk. Namun, distribusi kekayaan yang tidak merata antara komunitas Sunni dan Syiah menempatkannya pada garis patahan sektarian yang telah meluas di Timur Tengah sejak invasi pimpinan AS ke Irak pada tahun 2003.

Gerakan oposisi rakyat semakin tergerak oleh pemberontakan regional yang dimulai pada akhir tahun 2010. Sementara keluarga penguasa Bahrain telah terlibat dalam proses reformasi demokrasi yang terhenti sejak tahun 1970-an, mereka terus mencari cara untuk menyeimbangkan sumber daya alamnya yang semakin menipis dengan populasi yang semakin tidak puas yang tidak menikmati standar hidup yang sama seperti di negara-negara Arab kaya minyak lainnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved