Tentara Indonesia dan Sri Lanka Terluka, Biden Minta Israel Tak Serang Pasukan PBB di Lebanon
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 08:14 WIB
loading...
Presiden AS Joe Biden. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pada Jumat (11/10/2024) bahwa dia meminta Israel tidak menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
"Benar-benar, positif," ujar Biden kepada wartawan ketika ditanya apakah dia meminta Israel berhenti menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB.
“Pernyataannya muncul setelah pasukan Israel pada hari Jumat pagi menembaki satu pos pengamatan milik Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan, melukai dua pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Sri Lanka,” ungkap laporan Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon.
Dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia juga terluka dalam serangan serupa pada hari Kamis.
Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah sejak 23 September, menewaskan lebih dari 1.351 orang, melukai 3.800 warga lainnya, dan membuat lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.
"Benar-benar, positif," ujar Biden kepada wartawan ketika ditanya apakah dia meminta Israel berhenti menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB.
“Pernyataannya muncul setelah pasukan Israel pada hari Jumat pagi menembaki satu pos pengamatan milik Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan, melukai dua pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Sri Lanka,” ungkap laporan Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon.
Dua pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia juga terluka dalam serangan serupa pada hari Kamis.
Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah sejak 23 September, menewaskan lebih dari 1.351 orang, melukai 3.800 warga lainnya, dan membuat lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.
Lihat Juga :