Ambisi Maritim China Terhambat Tenggelamnya Kapal Selam Nuklir Terbaru
Kamis, 10 Oktober 2024 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menyiratkan bahwa kapal selam itu mungkin dimaksudkan untuk operasi taktis yang lebih regional ketimbang misi strategis jarak jauh. Namun, pemerintah China belum secara terbuka mengakui insiden itu dan memilih tetap bungkam.
Baca Juga: Kapal Selam Nuklir China Dilaporkan Terperangkap di Bawah Laut, 55 Pelaut Dikhawatirkan Tewas
Zhou menunjukkan bahwa pengungkapan insiden oleh pejabat pertahanan AS, yang mampu mengidentifikasi kapal selam itu sebagai bertenaga nuklir, mengirimkan pesan penting kepada CCP.
Dia menyatakan bahwa upaya China untuk merahasiakan kemajuan militernya tidak sesukses yang diperkirakan.
Kekuatan Angkatan Laut telah menjadi prinsip utama perluasan militer CCP di bawah Presiden Xi Jinping.
Beijing telah lama berupaya memperkuat angkatan lautnya sebagai cara melawan pengaruh AS di Pasifik, mengamankan rute perdagangan, dan menegakkan klaim teritorial, khususnya di Laut China Selatan.
Dalam hal ini, kapal selam bertenaga nuklir telah menjadi aset penting bagi China, yang menawarkan jangkauan yang lebih jauh, kemampuan siluman, serta pencegahan strategis.
Kapal selam China seperti yang tenggelam baru-baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya dalam beroperasi jauh dari pantai China, menegaskan kendali atas perairan yang disengketakan, dan menjaga kepentingan globalnya yang terus berkembang.
Pembangunan kapal selam bertenaga nuklir canggih, secara khusus telah menjadi inti ambisi CCP untuk mengubah angkatan lautnya menjadi kekuatan “Air Biru”.
Kapal-kapal ini dirancang untuk memberi China keunggulan dalam pertahanan dan serangan, yang mampu berpatroli di Samudra Pasifik dan Hindia yang luas tanpa terdeteksi untuk waktu yang lama.
Kapal selam nuklir juga merupakan bagian integral dari pencegah nuklir kedua China, yang menjadikan pengembangannya sebagai prioritas utama dalam perencanaan militer.
Tenggelamnya kapal selam terbaru bukan hanya kerugian taktis, tetapi juga pukulan simbolis bagi prestise Angkatan Laut China.
Baca Juga: Kapal Selam Nuklir China Dilaporkan Terperangkap di Bawah Laut, 55 Pelaut Dikhawatirkan Tewas
Zhou menunjukkan bahwa pengungkapan insiden oleh pejabat pertahanan AS, yang mampu mengidentifikasi kapal selam itu sebagai bertenaga nuklir, mengirimkan pesan penting kepada CCP.
Dia menyatakan bahwa upaya China untuk merahasiakan kemajuan militernya tidak sesukses yang diperkirakan.
Kekuatan Angkatan Laut telah menjadi prinsip utama perluasan militer CCP di bawah Presiden Xi Jinping.
Beijing telah lama berupaya memperkuat angkatan lautnya sebagai cara melawan pengaruh AS di Pasifik, mengamankan rute perdagangan, dan menegakkan klaim teritorial, khususnya di Laut China Selatan.
Dalam hal ini, kapal selam bertenaga nuklir telah menjadi aset penting bagi China, yang menawarkan jangkauan yang lebih jauh, kemampuan siluman, serta pencegahan strategis.
Kapal selam China seperti yang tenggelam baru-baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya dalam beroperasi jauh dari pantai China, menegaskan kendali atas perairan yang disengketakan, dan menjaga kepentingan globalnya yang terus berkembang.
Pembangunan kapal selam bertenaga nuklir canggih, secara khusus telah menjadi inti ambisi CCP untuk mengubah angkatan lautnya menjadi kekuatan “Air Biru”.
Kapal-kapal ini dirancang untuk memberi China keunggulan dalam pertahanan dan serangan, yang mampu berpatroli di Samudra Pasifik dan Hindia yang luas tanpa terdeteksi untuk waktu yang lama.
Konsekuensi Geopolitik
Kapal selam nuklir juga merupakan bagian integral dari pencegah nuklir kedua China, yang menjadikan pengembangannya sebagai prioritas utama dalam perencanaan militer.
Tenggelamnya kapal selam terbaru bukan hanya kerugian taktis, tetapi juga pukulan simbolis bagi prestise Angkatan Laut China.
Lihat Juga :