Trump Pernah Berdiskusi Sebanyak 7 Kali dengan Putin, Apa Saja yang Dibahas?

Rabu, 09 Oktober 2024 - 22:05 WIB
loading...
A A A
"Orang ini yang ingin menjadi presiden lagi, yang secara diam-diam membantu musuh sementara rakyat Amerika meninggal dalam jumlah ratusan setiap hari," katanya.

Selain pengungkapannya yang kontroversial tentang Trump, buku Woodward berfokus pada penanganan Presiden Joe Biden terhadap perang di Ukraina dan konflik di Timur Tengah.

Buku ini memuat laporan tentang "rasa frustrasi dan ketidakpercayaan" Biden terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah memimpin kampanye militer mematikan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Hampir 42.000 warga Palestina telah tewas di Gaza, tanpa gencatan senjata yang terlihat dan ketegangan meluas di seluruh wilayah.

Buku tersebut mengatakan bahwa presiden AS secara pribadi menyebut Netanyahu sebagai "bajingan" dan "pria yang sangat jahat".

Buku tersebut juga menunjukkan bahwa Biden yakin Netanyahu "telah berbohong kepadanya secara teratur".

Buku tersebut juga mengklaim Biden menyuarakan kritik terhadap mantan bosnya, Presiden Demokrat Barack Obama, karena gagal menghentikan invasi Putin ke Krimea pada tahun 2014. Biden menjabat sebagai wakil presiden di bawah Obama saat itu.

"Mereka mengacau pada tahun 2014," Biden diduga mengatakan kepada seorang teman dekatnya, menyalahkan kurangnya tanggapan atas tindakan Putin di Ukraina. “Barack tidak pernah menganggap serius Putin.”

Ketika ditanya tentang klaim buku tersebut, juru bicara Gedung Putih Emilie Simons mengatakan kepada wartawan, “Komitmen yang kami miliki terhadap negara Israel sangat kuat.”

Ia menambahkan tentang Biden dan Netanyahu: “Mereka memiliki hubungan jangka panjang. Mereka memiliki hubungan yang sangat jujur dan langsung, dan saya tidak memiliki komentar tentang anekdot spesifik tersebut.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved