Presiden Putin Ingin Wujudkan Tatatan Dunia Baru, Seperti Apa Ambisinya?
Rabu, 09 Oktober 2024 - 21:25 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin ingin tatanan dunia baru. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menggarisbawahi pentingnya advokasi “tatanan dunia yang adil” di antara semua negara anggota Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS).
“Dalam situasi sulit saat ini di dunia, sangat penting bagi semua negara CIS untuk mengadvokasi pembentukan tatanan dunia yang adil berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara umum dengan peran sentral PBB,” kata Putin pada pertemuan Dewan Kepala Negara CIS yang diperluas di Moskow.
Mengekspresikan bahwa ia dan rekan-rekannya yang hadir terus mengoordinasikan posisi mereka pada isu-isu global dan regional utama, Putin mengatakan pendekatan mereka terhadap isu-isu ini "secara tradisional dekat atau sepenuhnya bertepatan."
Putin mengatakan masalah-masalah ini, serta isu-isu topikal mengenai kerja sama dalam CIS, dibahas selama pertemuan format sempit sebelumnya. Ia mengatakan keputusan-keputusan penting telah disepakati yang akan menentukan perkembangan CIS baik untuk tahun mendatang maupun untuk masa depan.
Baca Juga: 1 Tahun Dibombardir Israel, Gaza Mengalami Kerugian hingga Rp496 Triliun
“Dalam situasi sulit saat ini di dunia, sangat penting bagi semua negara CIS untuk mengadvokasi pembentukan tatanan dunia yang adil berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara umum dengan peran sentral PBB,” kata Putin pada pertemuan Dewan Kepala Negara CIS yang diperluas di Moskow.
Mengekspresikan bahwa ia dan rekan-rekannya yang hadir terus mengoordinasikan posisi mereka pada isu-isu global dan regional utama, Putin mengatakan pendekatan mereka terhadap isu-isu ini "secara tradisional dekat atau sepenuhnya bertepatan."
Putin mengatakan masalah-masalah ini, serta isu-isu topikal mengenai kerja sama dalam CIS, dibahas selama pertemuan format sempit sebelumnya. Ia mengatakan keputusan-keputusan penting telah disepakati yang akan menentukan perkembangan CIS baik untuk tahun mendatang maupun untuk masa depan.
Baca Juga: 1 Tahun Dibombardir Israel, Gaza Mengalami Kerugian hingga Rp496 Triliun
Lihat Juga :