Apa Itu Asbes yang Bisa Menjadi Bom Waktu yang Mematikan di Gaza?

Rabu, 09 Oktober 2024 - 19:08 WIB
loading...
Apa Itu Asbes yang Bisa...
Asbes bisa menjadi bom waktu yang mematikan di Gaza. Foto/Press TV
A A A
GAZA - Asbes; zat berbahaya dalam bom yang dijatuhkan Israel ke warfa di Jalur Gaza yang terkepung. Para ahli kini memperingatkan tentang pembunuh diam-diam bagi orang-orang yang berada di bawah kendali rezim ini.

Apa Itu Asbes yang Bisa Menjadi Bom Waktu yang Mematikan di Gaza?

1. Bisa Menyebabkan Kanker

Sejak Oktober 2023, sejumlah besar bom telah pecah menjadi partikel-partikel kecil di udara yang berpotensi menyebabkan kanker jika terhirup.

Para ahli terkemuka mengatakan kasus kanker kemungkinan akan dilaporkan "selama beberapa dekade" di wilayah Palestina yang terkepung.

Bahaya langsung yang ditimbulkan oleh kebiadaban Israel di darat dan udara selalu lebih diutamakan daripada bahaya jangka panjang.

2. Jadi Bom Waktu selama Bertahun-tahun

Liz Darlison adalah CEO lembaga amal Mesothelioma Inggris yakin dampak jangka panjang dari paparan asbes akan menjadi "tragedi yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang." Setelah ledakan yang melepaskan asbes, tidak akan ada "tingkat paparan yang aman."

"Sungguh menyedihkan mengetahui bahwa warisan perang ini akan terus berlanjut selama bertahun-tahun," katanya dilansir Press TV.

Paparan asbes pada orang-orang yang terperangkap setelah setiap tindakan kebiadaban Israel dapat dibandingkan dengan yang terjadi di sekitar World Trade Center ketika gedung itu runtuh di New York City pada 11 September 2001.

Menurut Program Kesehatan WTC, 4.343 orang yang selamat dan penanggap pertama telah meninggal karena penyakit terkait sejak serangan itu dibandingkan dengan 2.974 orang yang meninggal pada hari September itu.

Baca Juga: Anggota Parlemen Desak Pemerintah Iran Segera Buat Bom Nuklir

3. Diibaratkan seperti Hukuman Mati bagi Warga Gaza

Roger Willey adalah pakar asbes terkemuka. Willey melihatnya sebagai "hukuman mati... yang akan sama bagi orang-orang di Gaza."

"Hal terbaik yang dapat dilakukan jika asbes terganggu dan melayang di udara adalah masuk ke dalam mobil dan berkendara sejauh mungkin darinya."

PBB telah memperingatkan bahwa hanya 11 persen wilayah Gaza yang masih menjadi "zona aman," sehingga mustahil bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang berdesakan di wilayah tersebut untuk menjauh dari bahaya asbes.

Seorang pemantau hak asasi manusia mengatakan Israel menggunakan amunisi fosfor putih yang dilarang terhadap orang-orang di Jalur Gaza yang terkepung.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sejumlah besar debu yang dilepaskan dari bangunan yang hancur menyebarkan bahan berbahaya yang melayang ke udara atau meresap ke dalam persediaan air, yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius bagi 2,3 juta penduduk Gaza.

Menurut penilaian kerusakan dari UNOSAT, 163.778 bangunan rusak di Jalur Gaza berdasarkan gambar yang diambil pada tanggal 3 dan 6 September yang berjumlah 66% dari total kerusakan.

Secara total, ada lebih dari 128.000 bangunan hancur, atau rusak parah atau sedang di Gaza akibat kampanye pembunuhan dan penghancuran Israel.

Israel telah menghasilkan – melalui kampanye biadabnya – sekitar 42 juta ton puing di Gaza sejak Oktober 2023.

Program Lingkungan PBB memperkirakan bahwa beberapa juta ton puing mungkin terkontaminasi.

Komite Internasional Palang Merah memperingatkan bahwa risiko persenjataan yang belum dieksplorasi tersebar luas di seluruh Gaza.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved