3 Dampak Iron Dome Israel Gagal Bendung Serangan Rudal Iran

Senin, 07 Oktober 2024 - 17:19 WIB
loading...
3 Dampak Iron Dome Israel...
Iron Dome Israel gagal membendung serangan rudal Iran. Foto/The Jerusalem Post
A A A
TEL AVIV - Iron Dome milik Israel kembali menjadi sorotan dunia internasional. Alasannya karena sekali lagi sistem pertahanan udaranya berhasil ditembus oleh serangan musuh.

Diketahui, sebelumnya Iran melancarkan serangkaian serangan rudal menuju wilayah Israel. Serangan itu menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk pangkalan udara, situs jet tempur siluman F-35, markas intelijen militer hingga markas badan intelijen Mossad.

Pada serangan itu, Israel mengklaim bahwa sistem pertahanan udara seperti Iron Dome berhasil mencegat ‘sebagian besar’ rudal Iran. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukan bahwa sistem Iron Dome punya tingkat intersepsi kurang dari 100 persen alias masih bisa ditembus.

Dampak Iron Dome Israel Gagal Bendung Rudal Iran

1. Warga Israel panik

Selama ini, warga Israel merasa aman karena dilindungi sistem pertahanan udara berlapis, termasuk Iron Dome. Bahkan, tak jarang sebagian di antaranya menyombongkan diri di media sosial dan menyebut rudal-rudal musuh tidak bisa memasuki wilayahnya.

Anggapan tersebut rasanya akan mulai berubah setelah ‘kebobolan’ berulang dari sistem Iron Dome. Mendapati sistem pertahanan udaranya bisa ditembus, warga Israel layak untuk khawatir karena bisa saja rumah atau tempat tinggalnya nanti hancur terkena serangan rudal dari negara tetangga.

Pada serangan rudal Iran baru-baru ini, dilaporkan adanya sekitar 100 rumah di kota Hod Hasharon rusak akibat gempuran misil-misil Teheran. Kerusakan area kota itu sekilas mengingatkan pada pemandangan serupa di Gaza yang lebih dulu dibombardir tentara Zionis.

Baca Juga: Ingin Dapat Restu AS untuk Serang Iran, Menhan Israel Temui Para Pejabat Washington

2. Iran semakin percaya diri untuk menyerang Israel

Serangan baru-baru ini yang dilakukan Iran tentu bukanlah aksi terakhirnya untuk menggempur Israel. Mendapati hasil positif dari serangan sebelumnya, Teheran akan lebih terpacu untuk mengirim lebih banyak rudal ke Tel Aviv.

Panglima militer yang juga Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran , Jenderal Mohammad Bagheri, telah menyebut Korps Penjaga Revolusi Islam siap untuk mengulangi serangan rudalnya dengan "intensitas berlipat ganda" jika Israel membalas di wilayahnya.

Sebelumnya, Baqeri juga mengatakan serangan rudal yang diluncurkan beberapa waktu lalu ke Israel ditujukan sebagai tanggapan atas banyaknya kejahatan Zionis. Sebut saja dari genosida di Gaza, pembunuhan Ismail Haniyeh serta Hassan Nasrallah, dan lain sebagainya.

3. Israel kaji ulang sistem pertahanan udaranya

Serangan rudal Iran membuktikan sekali lagi bahwa sistem pertahanan udara Israel yang sangat dibanggakan dan dikatakan sebagai “perisai rudal paling efektif dan paling teruji di dunia” jauh dari kata tidak bisa ditembus. Singkatnya, sistem pertahanan itu masih punya celah yang bisa dimanfaatkan oleh musuh Israel.

Mengutip TrtWorld, serangan Iran beberapa waktu lalu menjadi kali ketiga sistem pertahanan udara Israel kewalahan. Senjata canggih itu terbukti kesulitan menghancurkan rudal-rudal yang memasuki wilayah udaranya dalam cakupan banyak.

Pertama, serangan roket Hamas yang dahsyat dalam serangan mendadak pada 8 Oktober 2023 telah melumpuhkan sistem pertahanan udara Israel. Lalu, Iran juga sempat melancarkan serangan rudal terhadap Israel pada 15 April yang membuat sistem pertahanan udara Israel itu kewalahan.

Ditembus berulang kali akan membuat Israel mengkaji ulang sistem pertahanan udaranya. Sebagaimana diketahui, selama ini mereka punya sistem pertahanan udara tiga lapis.

Lapis pertama atau paling bawah adalah Iron Dome yang mampu mencegat roket jarak pendek dari permukaan ke permukaan dengan jangkauan hingga 70 kilometer. Lalu, ada juga David’s Sling serta Arrow.

Itulah sejumlah dampak Iron Dome Israel gagal membendung serangan rudal Iran.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Unik! Polisi Peru Nyamar...
Unik! Polisi Peru Nyamar Jadi Maskot Piala Dunia 2026 saat Tangkap Pengedar Narkoba
Rekomendasi
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved