4 Penyebab Israel Tidak Layak Disebut sebagai Negara

Senin, 07 Oktober 2024 - 19:45 WIB
loading...
4 Penyebab Israel Tidak...
Israel sangat tidak layak disebut sebagai negara karena selalu menyebabkan kekacauan. Foto/The Jerusalem Post
A A A
TEL AVIV - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pernah menyebut Israel "bukan negara, tetapi basis teroris" dalam pidatonya pada Hari Al-Quds pada 2021. Label tersebut masih melekat pada Israel hingga kini karena disebut sebagia entitas yang selalu membuat onar dan konflik di dunia.

Republik Islam itu tidak mengakui negara Yahudi, dan mendukung perjuangan Palestina, serta kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah Lebanon, telah menjadi pilar kebijakan luar negeri Iran sejak revolusi tahun 1979.

Dikarenakan sebagai sebuah negara, Khamenei juga mengecam normalisasi hubungan Israel dengan "beberapa pemerintah Arab yang lemah" selama tahun lalu sebagai upaya untuk melemahkan "mimpi buruk persatuan Muslim" Israel. Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan semuanya telah menormalisasi hubungan dengan Israel dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan kesepakatan yang ditengahi AS.

4 Penyebab Israel Tidak Layak Disebut sebagai Negara

1. Israel Tidak Memiliki Fondasi yang Jelas

Memberi label sesuatu sebagai "unik" tidak akan membuat kita lebih memahaminya. Memang benar bahwa beberapa orang Israel menekankan bahwa tantangan yang dihadapi negara mereka bersifat unik dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun di zaman modern atau masa lalu. Agama, sejarah, moralitas, hukum internasional, keamanan—di setiap bidang tersebut, Israel tampaknya melampaui kategori dan klasifikasi standar.

"Para pendukung keunikannya menekankan hal ini dan mencoba menjual gagasan bahwa Israel tidak dapat dibandingkan dengan negara lain mana pun," pakar Israel, Wojciech Harpula, dilansir Holistic News.

Bagi mereka, ini menyiratkan perlunya memperlakukan Israel secara terpisah di arena internasional, ditambah dengan berbagai pertimbangan khusus. Hal ini terbukti dalam interaksi Israel dengan dunia Barat. Di satu sisi, pemerintah menyoroti nilai-nilai bersama dan menunjukkan bahwa Israel adalah satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah. Di sisi lain, karena politik regional dan identitas Yahudi, Israel tidak bisa hanya menjadi negara demokrasi "standar" seperti di Eropa atau Amerika Utara.

Israel tidak diragukan lagi adalah negara dengan sejarah yang sangat kaya, dengan satu kaki tertanam kuat di masa lalunya yang berdasarkan Alkitab, dan kaki lainnya tertanam dalam politik modern, tanpa kompromi, dan sekuler. Kelangsungan hidup Diaspora selama berabad-abad dimungkinkan oleh agama yang asal-usulnya berasal dari milenium kedua sebelum Masehi.

2. Tidak Memiliki Konstitusi yang Jelas

Sebaliknya, pendirian negara Yahudi dapat dicapai berkat gerakan Zionis yang sepenuhnya modern pada abad ke-19. Orang-orang Yahudi mendirikan sebuah negara di tanah yang dihuni oleh orang Arab, yang bertujuan untuk menyambut orang-orang Yahudi dari seluruh dunia, yang telah menghasilkan keberagaman masyarakat yang luar biasa di Israel saat ini. Faktor-faktor ini, di antara banyak faktor lainnya, bertanggung jawab atas banyaknya sifat unik yang tak terbantahkan dari tempat ini.

"Di dalam perbatasannya, hukum domestik yang ditetapkan diikuti, sama seperti negara lain mana pun. Namun, jika ditelusuri lebih lanjut, Anda akan menemukan bahwa masih belum ada konsensus mengenai banyak isu mendasar. Israel tidak yakin apakah negara itu memiliki konstitusi," ungkap Harpula.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Berita Terkini
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Negara Menolak Membantu...
5 Negara Menolak Membantu Padamkan Kebakaran Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved