Gema Pesona Indonesia Timur Pukau Warga Melbourne
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Acara juga menampilkan Presiden Tidore, seorang musisi etno-hip-hop dari Maluku Utara; Maluku Basudara, komunitas seni dan budaya warga Maluku di Melbourne yang mewarnai pertunjukan dengan busana yang penuh persona yang merupakan Karya dari Theodora E.A.A.Matrutty dari Universitas Pattimura; serta Widya Luvtari, sebuah kelompok tari tradisional Indonesia yang berbasis di Geelong. Jajaran penampil ini, bersama dengan diaspora Indonesia di Victoria yang sangat antusias, menghadirkan pengalaman budaya Indonesia yang mendalam.
Penonton disuguhkan pertunjukan teater musikal sepanjang satu jam yang mengisahkan cerita rakyat Sentani dari Papua. Pertunjukan ini menyoroti bagaimana masyarakat Papua – yang diperankan oleh orang-orang Kerajaan Matahari – melindungi alam dari keserakahan, menekankan hubungan mendalam mereka dengan ekosistem hutan sagu dan danau yang penting bagi cara hidup tradisional dan berkelanjutan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Dewi yang digambarkan dalam pertunjukan ini melambangkan bumi pertiwi. Jika dia mati, bagaimana kita bisa bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan?” ujar Stephen Wally. Sesekali, penonton diajak bernyanyi bersama dan terhibur dengan momen humor yang ringan.
Pohon Sagu bagi masyarakat Papua merupakan elemen penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitarnya. “Dari sagu kita bisa membuat kebutuhan pokok manusia (sandang) seperti pakaian, sagu juga bisa memberikan atap untuk berlindung (papan), sagu juga menjadi bahan pokok konsumsi kami (pangan), dan akar sagu pun juga menghasilkan air yang memberikan kehidupan bagi alam Papua (ekosistem)” cerita Chef Jungle Toto yang ikut berpartispasi tampil pada drama musikal tersebut.
Penonton disuguhkan pertunjukan teater musikal sepanjang satu jam yang mengisahkan cerita rakyat Sentani dari Papua. Pertunjukan ini menyoroti bagaimana masyarakat Papua – yang diperankan oleh orang-orang Kerajaan Matahari – melindungi alam dari keserakahan, menekankan hubungan mendalam mereka dengan ekosistem hutan sagu dan danau yang penting bagi cara hidup tradisional dan berkelanjutan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Dewi yang digambarkan dalam pertunjukan ini melambangkan bumi pertiwi. Jika dia mati, bagaimana kita bisa bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan?” ujar Stephen Wally. Sesekali, penonton diajak bernyanyi bersama dan terhibur dengan momen humor yang ringan.
Pohon Sagu bagi masyarakat Papua merupakan elemen penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitarnya. “Dari sagu kita bisa membuat kebutuhan pokok manusia (sandang) seperti pakaian, sagu juga bisa memberikan atap untuk berlindung (papan), sagu juga menjadi bahan pokok konsumsi kami (pangan), dan akar sagu pun juga menghasilkan air yang memberikan kehidupan bagi alam Papua (ekosistem)” cerita Chef Jungle Toto yang ikut berpartispasi tampil pada drama musikal tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :