AS Kepada Palestina: Ikuti Kesepakatan Perdamaian Trump

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 09:19 WIB
loading...
AS Kepada Palestina:...
AS menyerukan Palestina untuk mengikuti kesepakatan perdamaian yang diajukan oleh Presiden Donald Trump. Foto/Middle East Eye
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada Palestina untuk mengikuti kesepakatan perdamaian yang ditetapkan awal tahun ini oleh Presiden Donald Trump ketimbang mengadakan pembicaraan damai melalui Kuartet Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kesediannya untuk melakukan pembicaraan damai dengan Israel dengan dimediasi oleh Kuartet Timur Tengah yaitu AS, Rusia, Uni Eropa dan PBB. (Baca: Abbas Minta Kuartet Timur Tengah Mediasi Pembicaraan Damai dengan Israel )

Ditanya apakah AS akan mempertimbangkan untuk menengahi bersama mitra Kuartetnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa fokusnya adalah pada road map bentukan Presiden Trump.

"Kami terus mengejar jalan yang ditetapkan Presiden pada bulan Januari ketika menyampaikan Visi AS untuk Perdamaian antara Israel dan Palestina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

"Kami mendorong Palestina untuk membawa keprihatinan apapun ke meja perundingan dalam konteks pembicaraan langsung berdasarkan Visi," imbuhnya seperti disitir dari Newsweek, Jumat (28/8/2020).

Tawaran Abbas untuk meremajakan Kuartet Timur Tengah, yang belum mengeluarkan pernyataan dalam hampir dua tahun, datang pada hari yang sama dengan Dewan Keamanan PBB mengadakan konferensi virtual yang membahas konflik Israel-Palestina. Para peserta membahas kekerasan yang memburuk antara pasukan Israel dan milisi Palestina di Gaza, garis pantai yang dijalankan oleh gerakan Islam Hamas, serta situasi kemanusiaan yang memburuk, dan cara terbaik untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik untuk melakukan pembicaraan. (Baca: Di DK PBB, RI Dorong Dimulai Kembali Pembicaraan Palestina-Israel )

Kuartet Timur Tengah didirikan pada tahun 2002, sejalan dengan pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai Intifada Kedua dan tindakan keras Israel yang menyapu wilayah di mana kedua bangsa telah berperang selama beberapa dekade. Sementara perwakilan dari kelompok internasional telah bertemu secara berkala selama bertahun-tahun, ketegangan dan ketidaksepakatan berlaku hingga hari ini, terutama setelah langkah kontroversial yang diambil oleh Presiden AS Donald Trump.

Kuartet itu belum bertemu sejak September 2018, beberapa bulan setelah Gedung Putih memindahkan kedutaan Washington ke Yerusalem, mengakui kota suci yang diperebutkan itu sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu mendorong kepemimpinan Palestina untuk mempertimbangkan peran AS dalam pembicaraan damai yang telah berlangsung lama secara efektif.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved