AS Klaim Serangan Rudal Iran Gagal dan Tidak Efektif

Rabu, 02 Oktober 2024 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Eskalasi Israel saat ini di Lebanon dan tanggapan Iran pada Selasa terjadi setahun setelah Israel memulai perangnya di Gaza Oktober lalu, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina, menurut jumlah korban tewas resmi yang dilaporkan Kementerian Kesehatan Palestina.

Perang tersebut telah menyebabkan kekhawatiran akan meluasnya perang menjadi konflik regional antara Israel dan Poros Perlawanan yang berpihak pada Iran, yang terdiri dari Hamas, Hizbullah, Houthi, pemerintah Suriah, dan Perlawanan Islam di Irak.

Setelah perang di Gaza dimulai, Israel dan gerakan Hizbullah Lebanon mulai melancarkan serangan roket lintas batas.

Houthi Yaman melancarkan blokade kapal ke dan dari Israel di Laut Merah, dan Israel kadang-kadang melancarkan serangan di Suriah.

Namun, baru dalam beberapa pekan terakhir konflik meningkat dengan Israel melancarkan serangan siber ke Lebanon, yang memicu ledakan pager dan walkie-talkie yang terkait dengan Hizbullah yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan lainnya.

Beberapa hari kemudian, Israel mulai melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon yang berpuncak pada serangan di Beirut selatan yang menewaskan Nasrallah.

Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 700 orang secara total.

Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
19 Orang Tewas dalam...
19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Rekomendasi
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 2 Digelar di PN Jaksel 10 Juli 2026
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Putuskan Mundur dari S3 Ilmu Komunikasi UI, Berapa Biaya Kuliahnya?
Tangis Messi di Malam...
Tangis Messi di Malam Penuh Keajaiban
Berita Terkini
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved