Kelompok Milisi Irak Ancam Serang Uni Emirat Arab karena Dianggap Sekutu Israel

Senin, 30 September 2024 - 11:07 WIB
loading...
Kelompok Milisi Irak...
Kelompok milisi Irak, Kataib Sayyid al-Shuhada, ancam serang Uni Emirat Arab karena dianggap sebagai sekutu Zionis Israel. Foto/TV7 Israel News
A A A
BAGHDAD - Kelompok milisi Irak, Kata'ib Sayyid al-Shuhada, mengancam akan menyerang Uni Emirat Arab (UEA) jika perang regional pecah. Alasannya, negara Teluk tersebut dianggap sebagai sekutu Zionis Israel.

Ancaman muncul sejak Israel mengintensifkan serangannya terhadap Lebanon dengan dalih memerangi Hizbullah. Agresi Zionis selama sepekan terakhir tersebut telah menewaskan lebih dari 700 orang, termasuk pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya.

Pemimpin Kataib Sayyid al-Shuhada, Abu Alaa al-Walaei, mengatakan UEA akan menjadi target pertama jika perang regional pecah.

Baca Juga: Media AS: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Tak Peduli Palestina

"Serangan semacam itu akan sangat mudah bagi rudal dan pesawat nirawak Perlawanan Islam di Irak," katanya, merujuk pada julukan untuk kelompoknya.

Menurutnya, rudal dan pesawat nirawak Kataib Sayyid al-Shuhada mampu mencapai kedalaman Israel serta "lokasi alternatif" di Timur Tengah, mengacu pada sekutu-sekutu Zionis di wilayah tersebut.

Kelompok milisi itu telah melakukan serangan di beberapa wilayah Israel sejak perang di Gaza dimulai 7 Oktober 2023 dan setelah serangan Israel terhadap Lebanon meningkat sepekan terakhir.

UEA diketahui telah menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2020 di bawah Perjanjian Abraham yang kontroversial yang ditengahi Amerika Serikat.

Sebelumnya, Kata'ib Sayyid al-Shuhada atau Kata'ib Hizbullah Irak juga berjanji untuk mengirim 100.000 milisinya ke Lebanon untuk mendukung Hizbullah Lebanon melawan serangan Israel.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah (jauh hari sebelum serangan Israel menewaskan Nasrallah), al-Walai mengatakan bahwa dia siap untuk mengerahkan pasukan untuk mendukung kelompok Lebanon tersebut.

"Nasrallah pernah mengatakan kepada saya bahwa Irak adalah sumber kekuatan terbesar dan urat nadi perlawanan yang vital," katanya.

Dia mengatakan para milisinya "menunggu sinyal" untuk bertindak. "Setelah itu banjir manusia akan membanjiri perbatasan dan parit Lebanon," paparnya.

"Jika Hizbullah telah kehilangan seribu martir, maka kami akan membantunya dengan 100.000 pahlawan," paparnya, seperti dikutip dari The New Arab, Senin (30/9/2024).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Iran Ancam Serang Negara-negara...
Iran Ancam Serang Negara-negara Arab yang Bantu Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved