Nasrallah Dibunuh Israel, Hashem Safieddine Calon Pemimpin Baru Hizbullah
Minggu, 29 September 2024 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan publik Safieddine sering kali mencerminkan sikap militan Hizbullah dan keberpihakannya pada perjuangan Palestina.
Pada acara baru-baru ini di Dahiyeh, benteng Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, dia menyatakan: "Sejarah kami, senjata kami, dan roket kami bersama Anda,” sebagai bentuk solidaritas dengan para pejuang Palestina.
“Nasrallah mulai menyusun posisi untuknya di berbagai dewan yang berbeda di dalam Hizbullah Lebanon. Beberapa di antaranya lebih tidak transparan daripada yang lain. Mereka menyuruhnya datang, keluar, dan berbicara,” kata Phillip Smyth, seorang pakar yang mempelajari milisi Muslim Syiah yang didukung Iran tersebut.
Hubungan keluarga Safieddine dan kemiripan fisiknya dengan Nasrallah, serta status agamanya sebagai keturunan Nabi Muhammad, semuanya akan menguntungkannya.
Dia juga vokal dalam mengkritik kebijakan AS. Menanggapi tekanan Amerika terhadap Hizbullah, dia menyatakan pada tahun 2017: “Pemerintahan AS yang gila dan terhambat mental ini yang dipimpin oleh [Donald] Trump tidak akan mampu merusak perlawanan,” menegaskan bahwa tindakan seperti itu hanya akan memperkuat tekad Hizbullah.
Pada acara baru-baru ini di Dahiyeh, benteng Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, dia menyatakan: "Sejarah kami, senjata kami, dan roket kami bersama Anda,” sebagai bentuk solidaritas dengan para pejuang Palestina.
“Nasrallah mulai menyusun posisi untuknya di berbagai dewan yang berbeda di dalam Hizbullah Lebanon. Beberapa di antaranya lebih tidak transparan daripada yang lain. Mereka menyuruhnya datang, keluar, dan berbicara,” kata Phillip Smyth, seorang pakar yang mempelajari milisi Muslim Syiah yang didukung Iran tersebut.
Hubungan keluarga Safieddine dan kemiripan fisiknya dengan Nasrallah, serta status agamanya sebagai keturunan Nabi Muhammad, semuanya akan menguntungkannya.
Dia juga vokal dalam mengkritik kebijakan AS. Menanggapi tekanan Amerika terhadap Hizbullah, dia menyatakan pada tahun 2017: “Pemerintahan AS yang gila dan terhambat mental ini yang dipimpin oleh [Donald] Trump tidak akan mampu merusak perlawanan,” menegaskan bahwa tindakan seperti itu hanya akan memperkuat tekad Hizbullah.
(mas)
Lihat Juga :