Siapa Hassan Nasrallah? Pemimpin Hizbullah yang Diklaim Israel Tewas dalam Serangan Udara

Sabtu, 28 September 2024 - 16:12 WIB
loading...
A A A
Salah satu tindakan pertamanya adalah membalas pembunuhan Musawi. Ia memerintahkan serangan roket ke Israel utara yang menewaskan seorang gadis, seorang petugas keamanan Israel di kedutaan Israel di Turki tewas oleh bom mobil, dan seorang pembom bunuh diri menyerang kedutaan Israel di Buenos Aires, Argentina, menewaskan 29 orang.

Nasrallah juga memimpin perang intensitas rendah dengan pasukan Israel yang berakhir dengan penarikan pasukan mereka dari Lebanon selatan pada tahun 2000, meskipun ia menderita kerugian pribadi ketika putra sulungnya Hadi tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel.

Setelah penarikan pasukan, Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah telah mencapai kemenangan Arab pertama melawan Israel. Ia juga bersumpah bahwa Hizbullah tidak akan melucuti senjata, dengan mengatakan bahwa Hizbullah menganggap bahwa "seluruh wilayah Lebanon harus dikembalikan", termasuk wilayah Shebaa Farms.

Suasana relatif tenang hingga tahun 2006, ketika pejuang Hizbullah melancarkan serangan lintas perbatasan yang menewaskan delapan tentara Israel dan menculik dua lainnya, yang memicu respons besar-besaran dari Israel.

Pesawat tempur Israel mengebom benteng pertahanan Hizbullah di Selatan dan di pinggiran selatan Beirut, sementara Hizbullah menembakkan sekitar 4.000 roket ke Israel. Lebih dari 1.125 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil, tewas selama konflik 34 hari itu, serta 119 tentara Israel dan 45 warga sipil.

Rumah dan kantor Nasrallah menjadi sasaran pesawat tempur Israel, tetapi ia selamat tanpa cedera.

Pada tahun 2009, Nasrallah mengeluarkan manifesto politik baru yang berusaha untuk menyoroti "visi politik" Hizbullah. Manifes tersebut tidak lagi merujuk pada republik Islam yang ditemukan dalam dokumen tahun 1985, tetapi tetap bersikap keras terhadap Israel dan AS dan menegaskan kembali bahwa Hizbullah perlu mempertahankan senjatanya meskipun ada resolusi PBB yang melarangnya di Lebanon selatan.

"Orang-orang berevolusi. Seluruh dunia berubah selama 24 tahun terakhir. Lebanon berubah. Tatanan dunia berubah," kata Nasrallah.

4. Mengirim Pasukan ke Suriah

Empat tahun kemudian, Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah memasuki "fase yang sama sekali baru" keberadaannya dengan mengirimkan pejuang ke Suriah untuk membantu sekutunya yang didukung Iran, Presiden Bashar al-Assad, memadamkan pemberontakan. "Ini pertempuran kami, dan kami siap untuk itu," katanya.

Para pemimpin Sunni Lebanon menuduh Hizbullah menyeret negara itu ke dalam perang Suriah dan ketegangan sektarian memburuk secara dramatis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved