625.000 Anak Sangat Trauma Tinggal di Reruntuhan Gaza

Kamis, 26 September 2024 - 18:30 WIB
loading...
625.000 Anak Sangat...
Anak-anak yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli untuk mendapatkan perawatan karena serangan Israel terus berlanjut di Kota Gaza, Gaza, pada 20 September 2024. Foto/Dawoud Abo Alkas/Anadolu Agency
A A A
JALUR GAZA - Sekitar 625.000 anak Palestina di Gaza yang "sangat trauma" tinggal di antara reruntuhan, sementara ribuan anak lainnya menderita akibat serangan Israel yang meningkat di Tepi Barat yang diduduki.

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menjelaskan laporan itu pada Kamis (26/9/2024).

"Sementara hampir 625.000 anak perempuan dan laki-laki yang sangat trauma putus sekolah dan tinggal di reruntuhan di Gaza, banyak anak di Tepi Barat menderita kekerasan yang meningkat yang mengganggu kehidupan dan pendidikan mereka," ujar pernyataan UNRWA.

Dalam posting di X, UNRWA mengonfirmasi, "Anak-anak Palestina di #JalurGaza dan #TepiBarat telah mengalami kerugian yang mengerikan selama setahun terakhir."

Hal ini terjadi setelah peringatan dalam posting sebelumnya bahwa, “Bahkan sebelum perang di #Gaza, sebagian besar keluarga berjuang untuk memberi makan anak-anak mereka yang masih kecil saat mereka mempersiapkan diri untuk tahun pertama sekolah.”

UNRWA menambahkan, “Hampir 12 bulan setelah perang, kita telah melihat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kekurangan gizi, penyakit, dan kematian.”

Banyak pengamat menyatakan perang Israel di Gaza adalah perang terhadap anak-anak Palestina. Hal ini berlaku sejak tanggal 7 Oktober seperti halnya hari ini.

Pada tanggal 17 Agustus, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata selama tujuh hari untuk memungkinkan anak-anak di Gaza divaksinasi terhadap polio.

“Saya mengimbau semua pihak untuk segera memberikan jaminan konkret, menjamin jeda kemanusiaan untuk kampanye tersebut,” ungkap Guterres.

Kasus pertama dari penyakit yang menghancurkan tersebut ditemukan di kota Deir Al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah.

“Secara ilmiah diketahui bahwa untuk setiap 200 infeksi virus, hanya satu yang akan menunjukkan gejala polio secara lengkap, sedangkan kasus yang tersisa mungkin menunjukkan gejala ringan seperti pilek atau demam ringan,” papar Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan.

Artinya, virus tersebut mungkin telah menyebar ke seluruh wilayah Jalur Gaza, tempat seluruh sistem layanan kesehatan sebagian besar telah hancur akibat pemboman Israel.

Namun, bayi Palestina berusia sepuluh bulan yang pertama kali tertular virus polio, seperti ratusan ribu anak lainnya di daerah kantong tersebut, tidak divaksinasi terhadap penyakit tersebut.

Untuk mencegah bencana yang lebih besar di Gaza yang dilanda perang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bersama dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), mengatakan mereka harus memvaksinasi 640.000 anak di seluruh Gaza dengan sangat cepat.

Baca juga: Hizbullah Usir 2 Jet Tempur Israel Keluar dari Wilayah Udara Lebanon
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved