AS dan Prancis Desak Israel-Hizbullah Gencatan Senjata 21 Hari
Kamis, 26 September 2024 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
"Perang besar-besaran tidak sesuai dengan kepentingan orang Israel atau Lebanon," katanya.
Dia mengatakan tidak ada yang membenarkan serangan Hizbullah dan mendesak Iran untuk menggunakan pengaruhnya guna membujuk Hizbullah agar menyetujui gencatan senjata.
Namun, diplomat AS mengindikasikan seruan gencatan senjata tanpa syarat dalam bentuk pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB dapat dilihat sebagai penerimaan kesetaraan moral antara perilaku Israel dan Hizbullah.
Usulan untuk penghentian sementara permusuhan selama tiga minggu dapat menjadi landasan untuk membuka kembali perundingan yang terhenti mengenai pembahasan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.
Hizbullah telah mengatakan akan menghentikan serangannya jika Hamas menyetujui gencatan senjata di Gaza, tetapi saat ini tidak ada tanda-tanda baik pimpinan Hamas maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mencapai kesepakatan.
Netanyahu dijadwalkan tiba di New York pada hari Kamis, dan diharapkan akan menyampaikan apakah dia mendukung penghentian permusuhan selama 21 hari.
Wakil Utusan AS Robert Wood mengatakan “diplomasi hanya akan menjadi lebih sulit” jika konflik meningkat lebih jauh, seraya menambahkan bahwa dia sangat prihatin dengan laporan bahwa ratusan warga sipil Lebanon telah tewas dalam beberapa hari terakhir.
Dia mengatakan tidak ada yang membenarkan serangan Hizbullah dan mendesak Iran untuk menggunakan pengaruhnya guna membujuk Hizbullah agar menyetujui gencatan senjata.
Namun, diplomat AS mengindikasikan seruan gencatan senjata tanpa syarat dalam bentuk pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB dapat dilihat sebagai penerimaan kesetaraan moral antara perilaku Israel dan Hizbullah.
Usulan untuk penghentian sementara permusuhan selama tiga minggu dapat menjadi landasan untuk membuka kembali perundingan yang terhenti mengenai pembahasan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.
Hizbullah telah mengatakan akan menghentikan serangannya jika Hamas menyetujui gencatan senjata di Gaza, tetapi saat ini tidak ada tanda-tanda baik pimpinan Hamas maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mencapai kesepakatan.
Netanyahu dijadwalkan tiba di New York pada hari Kamis, dan diharapkan akan menyampaikan apakah dia mendukung penghentian permusuhan selama 21 hari.
Wakil Utusan AS Robert Wood mengatakan “diplomasi hanya akan menjadi lebih sulit” jika konflik meningkat lebih jauh, seraya menambahkan bahwa dia sangat prihatin dengan laporan bahwa ratusan warga sipil Lebanon telah tewas dalam beberapa hari terakhir.
(mas)
Lihat Juga :