Arab Saudi Pesta Kembang Api saat Israel Bombardir Lebanon

Selasa, 24 September 2024 - 10:47 WIB
loading...
Arab Saudi Pesta Kembang...
Kerajaan Arab Saudi pesta kembang api pada Senin malam untuk rayakan Hari Nasional ke-94. Sementara itu, Lebanon dibombardir Israel. Foto/SPA
A A A
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi pesta kembang api besar-besaran di seluruh negeri pada Senin malam untuk merayakan Hari Nasional ke-94. Pemandangan ini kontras dengan kondisi Lebanon yang dibombardir Israel pada hari yang sama.

Menurut Otoritas Hiburan Umum (GEA), Pertunjukan kembang api tersebut diluncurkan secara serentak di berbagai wilayah kerajaan.

Di Riyadh, pertunjukan kembang api diadakan di Taman Umm Ajlan selama tujuh menit, mulai pukul 21.00 malam waktu setempat.

Di Jeddah, masyarakat menyaksikan pertunjukan di Jeddah Promenade, sementara di Al-Khobar, tempat menonton akan berada di dekat Khobar Corniche utara.

Baca Juga: Ini Reaksi Dunia saat Israel Bombardir Lebanon

Kota-kota lain, termasuk Buraidah, Tabuk, Madinah, Abha, Hail, Arar, Najran, Al-Baha, Al-Jouf, dan Jazan, juga menyelenggarakan pertunjukan kembang api di lokasi yang ditentukan untuk menandai Hari Nasional.

Saudia Channel dan Saudia Alaan menyiarkan langsung pertunjukan kembang api dari berbagai kota di Kerajaan Arab Saudi.

Hari Nasional Saudi diperingati setiap tahun pada tanggal 23 September dan menandai penyatuan Kerajaan Najd dan Hijaz oleh Raja Abdulaziz pada tahun 1932.

Beberapa acara, pertunjukan hiburan, dan pertunjukan Angkatan Udara diperkirakan telah direncanakan digelar di seluruh negeri untuk merayakan Hari Nasional.

Tema Hari Nasional tahun ini adalah "Kita Bermimpi, Kita Berprestasi", yang diambil dari slogan tahun lalu.

Menurut GEA, tema tersebut mencerminkan perjalanan transformatif yang sedang dilakukan Kerajaan dan langkahnya menuju penerapan proyek Visi 2030.

Israel Bombardir Lebanon


Ketika Arab Saudi pesta kembang api, militer Zionis Israel membombardir Lebanon yang menewaskan hampir 500 orang.

Menurut penghitungan terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, hingga Selasa (24/9/2024), 492 orang meninggal akibat dibombardir militer Zionis Israel. Itu termasuk 35 anak-anak dan 58 wanita. Selain itu, 1.645 orang lainnya terluka.

Menteri Kesehatan Firass Abiad mengatakan serangan udara Zionis telah menghantam rumah sakit (RS), pusat medis, dan ambulans.

Pemerintah yang berbasis di Beirut telah memerintahkan sekolah dan universitas di seluruh negeri untuk mulai menyiapkan tempat perlindungan karena ribuan orang melarikan diri dari wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, militer Israel mengeklaim telah menyerang lebih dari 1.300 target, yang digambarkan sebagai lokasi senjata Hizbullah.
Menurut mereka, serangan difokuskan di wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa.

"Selama beberapa jam terakhir, atas arahan intelijen IDF [Pasukan Pertahanan Israel], IAF [Angkatan Udara Israel] menyerang ratusan target Hizbullah, termasuk peluncur, pos komando, dan infrastruktur teroris di sejumlah wilayah di Lebanon selatan," kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Meski sedang berpesta, Kerajaan Arab Saudi tetap menyatakan prihatin dengan eskalasi terkini di Lebanon, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tugasnya guna menghentikan konflik regional.

“Kerajaan Arab Saudi mengikuti perkembangan peristiwa terkait keamanan yang terjadi di wilayah Lebanon dengan penuh keprihatinan, dan kembali memperingatkan tentang bahaya kekerasan yang menyebar di wilayah tersebut, dan dampak serius dari eskalasi tersebut terhadap keamanan dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved