Rusia Tak Inginkan Perang Atom, tapi Senjata Nuklirnya Siap Tempur Penuh

Minggu, 22 September 2024 - 07:41 WIB
loading...
A A A
“Saya yakin bahwa dalam situasi seperti itu, para pembuat keputusan memiliki gagasan tentang apa yang sedang kami bicarakan. Tidak seorang pun menginginkan perang nuklir,” katanya lagi.

“Rusia memiliki senjata yang akan memiliki implikasi serius bagi para pengendali rezim Ukraina,” imbuh dia, yang dikutip Newsweek, Minggu (22/9/2024).

Pernyataan Lavrov muncul setelah sekutu Putin lainnya, mantan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, mengeluarkan peringatan respons nuklir baru pekan lalu.

Dalam sebuah posting Telegram, Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia dan mantan presiden Rusia, berbicara tentang respons nuklir dan bahwa itu adalah keputusan yang sangat rumit.

”Anda hanya dapat menguji kesabaran seseorang untuk waktu yang terbatas,” katanya.

"Namun, Rusia telah bersabar. Jelas bahwa respons nuklir adalah keputusan yang sangat rumit dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah. Namun, apa yang gagal diakui oleh orang-orang bodoh Anglo-Saxon yang arogan adalah bahwa Anda hanya dapat menguji kesabaran seseorang untuk waktu yang terbatas," kata Medvedev.

“Pada akhirnya akan terbukti bahwa beberapa analis Barat moderat benar ketika mereka memperingatkan: 'Benar, Rusia tidak mungkin menggunakan respons ini, meskipun... itu masih mungkin. Selain itu, mereka mungkin menggunakan kendaraan pengiriman baru dengan muatan konvensional’. Dan kemudian—semuanya berakhir. Sebuah gumpalan besar massa abu-abu cair di tempat yang dulunya merupakan 'ibu kota Rusia' [nama historis Kyiv]. Astaga, itu mustahil, tetapi itu terjadi...,” papar Medvedev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
Perang Membara, Pakistan...
Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved