Selalu Kalah dalam Perang dengan Rusia, Barat Berpikir Ulang Dukungan ke Ukraina

Rabu, 18 September 2024 - 20:03 WIB
loading...
Selalu Kalah dalam Perang...
Tentara Ukraina sering kalah dalam perang dengan Rusia. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Kemunduran Kiev di garis depan menyebabkan para pendukung Barat mengubah pendirian mereka tentang bagaimana konflik antara Rusia dan Ukraina harus diselesaikan.

"Setelah 30 bulan pertempuran, gagasan penyelesaian yang dinegosiasikan sedang diam-diam dibahas di AS, UE, dan bahkan di Ukraina," demikian laporan surat kabar Prancis Le Figaro.

Pasukan Rusia terus "perlahan tapi pasti" maju di Donbass, mendekati kota strategis Pokrovsk, demikian yang dicatat oleh outlet tersebut. "Di Barat, semakin terbuka diakui bahwa Donbass dan Krimea berada di luar jangkauan militer Ukraina," tambahnya.

Serangan Kiev ke Wilayah Kursk Rusia mungkin telah mencapai tujuan politiknya, tetapi, bertentangan dengan harapan Ukraina, tidak menyebabkan Moskow menarik pasukan dari bagian lain garis depan.

Menurut artikel tersebut, Washington menolak mengizinkan Kiev melakukan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia karena khawatir terjadi eskalasi dengan Moskow, termasuk risiko perang nuklir. "Siapa pun presiden AS [setelah pemilihan pada bulan November], bantuan akan berkurang dan perang tidak akan berkelanjutan bagi Ukraina," kata seorang pejabat Prancis yang tidak disebutkan namanya kepada Le Figaro.

Baca Juga: Sistem Pager Dilumpuhkan Israel, Akankah Hizbullah Lancarkan Perang Baru di Timur Tengah?

Jerman baru-baru ini mengumumkan pengurangan bantuan militer ke Ukraina, sementara Prancis telah "kehilangan inisiatif" dalam mendukung Kiev setelah Presiden Emmanuel Macron membubarkan parlemen pada bulan Juni, kata surat kabar itu. Barat juga "salah menilai" kekuatan hubungan Rusia dengan sekutunya di Global Selatan dan Asia, termasuk China, Iran, dan Korea Utara, tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved