Israel dan AS Disalahkan atas Ledakan Ribuan Pager di Lebanon usai Peringatan Eskalasi
Rabu, 18 September 2024 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sejauh ini AS menolak menggunakan pengaruhnya terhadap sekutu dekatnya, Israel, untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir setahun di Gaza.
AS menyalurkan pendanaannya yang sangat besar, transfer senjata, dan dukungan diplomatik total untuk Israel di PBB dan di panggung dunia.
Meskipun pemerintah AS menyatakan jika ada gencatan senjata di Gaza, kemungkinan besar hal itu akan mengakhiri momok konfrontasi yang lebih luas antara Israel dan Hizbullah.
“Saya pikir ini hanyalah pengingat lain bahwa Benjamin Netanyahu yang menjalankan pertunjukan,” ungkap Presiden National Iranian American Council (NIAC) Jamal Abdi kepada Middle East Eye.
“Saya pikir Netanyahu dan pemerintah Israel baru saja mempermainkan Biden,” papar dia. “AS baru saja mengirim utusan untuk mencoba meyakinkan Israel agar tidak memulai perang di Lebanon, dan inilah yang mereka dapatkan. Netanyahu tahu bahwa tidak akan ada konsekuensinya.”
Abdi menambahkan AS memiliki "titik-titik tekanan" yang jelas yang dapat diberikannya kepada Israel.
“Jadi, menurut saya, ada pertanyaan nyata di sini tentang apakah ini merupakan pelanggaran hukum internasional, dan jika Amerika Serikat adalah pemerintah atau negara yang peduli terhadap ketertiban global dan supremasi hukum serta pencegahan terorisme, maka kita harus memastikan bahwa pelanggaran hukum internasional ditanggapi dengan akuntabilitas dan memanfaatkan banyak, banyak, banyak alat yang kita miliki untuk melakukannya,” tegas dia.
Netanyahu tidak merahasiakan keinginannya untuk melancarkan perang skala penuh dengan Hizbullah, dalam upaya untuk mengubah apa yang disebutnya sebagai situasi keamanan di sepanjang kota-kota perbatasan tempat sekitar 90.000 warga Israel masih mengungsi dari rumah mereka.
"Israel menghargai dan menghormati dukungan pemerintahan Biden, tetapi pada akhirnya, Israel akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menjaga keamanannya dan mengembalikan penduduk di utara ke rumah mereka dengan aman," ujar Netanyahu kepada Hochstein pada Minggu.
"Saya pikir yang terjadi adalah orang-orang khawatir bahwa mereka tidak membuat kemajuan apa pun di Gaza," ungkap Korb kepada Middle East Eye. "Dan (front baru) ini adalah salah satu jalannya. Iran memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap Hizbullah daripada terhadap Hamas."
Masih belum diketahui secara pasti bagaimana perangkat pager itu dicurangi dan kemudian diledakkan.
Beberapa analis militer mengatakan kemungkinan ada keterlibatan pihak ketiga yang dikompromikan dalam produksi pager yang dapat diisi bahan peledak dan disebarluaskan.
"Pihak berwenang yang kompeten di Hizbullah saat ini sedang melakukan penyelidikan keamanan dan ilmiah yang luas untuk menentukan alasan yang menyebabkan ledakan serentak ini," ungkap pernyataan Hizbullah.
AS menyalurkan pendanaannya yang sangat besar, transfer senjata, dan dukungan diplomatik total untuk Israel di PBB dan di panggung dunia.
Meskipun pemerintah AS menyatakan jika ada gencatan senjata di Gaza, kemungkinan besar hal itu akan mengakhiri momok konfrontasi yang lebih luas antara Israel dan Hizbullah.
“Saya pikir ini hanyalah pengingat lain bahwa Benjamin Netanyahu yang menjalankan pertunjukan,” ungkap Presiden National Iranian American Council (NIAC) Jamal Abdi kepada Middle East Eye.
“Saya pikir Netanyahu dan pemerintah Israel baru saja mempermainkan Biden,” papar dia. “AS baru saja mengirim utusan untuk mencoba meyakinkan Israel agar tidak memulai perang di Lebanon, dan inilah yang mereka dapatkan. Netanyahu tahu bahwa tidak akan ada konsekuensinya.”
Abdi menambahkan AS memiliki "titik-titik tekanan" yang jelas yang dapat diberikannya kepada Israel.
“Jadi, menurut saya, ada pertanyaan nyata di sini tentang apakah ini merupakan pelanggaran hukum internasional, dan jika Amerika Serikat adalah pemerintah atau negara yang peduli terhadap ketertiban global dan supremasi hukum serta pencegahan terorisme, maka kita harus memastikan bahwa pelanggaran hukum internasional ditanggapi dengan akuntabilitas dan memanfaatkan banyak, banyak, banyak alat yang kita miliki untuk melakukannya,” tegas dia.
Netanyahu tidak merahasiakan keinginannya untuk melancarkan perang skala penuh dengan Hizbullah, dalam upaya untuk mengubah apa yang disebutnya sebagai situasi keamanan di sepanjang kota-kota perbatasan tempat sekitar 90.000 warga Israel masih mengungsi dari rumah mereka.
"Israel menghargai dan menghormati dukungan pemerintahan Biden, tetapi pada akhirnya, Israel akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menjaga keamanannya dan mengembalikan penduduk di utara ke rumah mereka dengan aman," ujar Netanyahu kepada Hochstein pada Minggu.
"Saya pikir yang terjadi adalah orang-orang khawatir bahwa mereka tidak membuat kemajuan apa pun di Gaza," ungkap Korb kepada Middle East Eye. "Dan (front baru) ini adalah salah satu jalannya. Iran memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap Hizbullah daripada terhadap Hamas."
Kekacauan
Masih belum diketahui secara pasti bagaimana perangkat pager itu dicurangi dan kemudian diledakkan.
Beberapa analis militer mengatakan kemungkinan ada keterlibatan pihak ketiga yang dikompromikan dalam produksi pager yang dapat diisi bahan peledak dan disebarluaskan.
"Pihak berwenang yang kompeten di Hizbullah saat ini sedang melakukan penyelidikan keamanan dan ilmiah yang luas untuk menentukan alasan yang menyebabkan ledakan serentak ini," ungkap pernyataan Hizbullah.
Lihat Juga :