Makna Tersembunyi Surat Pemimpin Hamas Yahya Sinwar untuk Houthi Yaman
Selasa, 17 September 2024 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Bahasa dalam catatan singkat itu memberi tahu kita lebih banyak lagi. Pertama, surat itu, meskipun pendek, penuh dengan wacana keagamaan dan spiritual, yang menekankan unsur keimanan yang menyatukan orang Arab dan Muslim di wilayah tersebut, termasuk, seperti yang dinyatakan di atas, komunitas Syiah dan Sunni.
Kedua, sementara Palestina tetap menjadi pusat pertempuran, referensi untuk 'bersama', 'front dukungan', dan bahasa semacam itu dimaksudkan untuk menekankan pertempuran untuk kebebasan Palestina adalah pertempuran Muslim.
Ketiga, dalam suratnya, Sinwar mendefinisikan ulang konsep persatuan Arab dan Muslim. Dalam wacana Palestina secara keseluruhan, termasuk literatur politik awal Hamas, referensi ke pemerintah Arab dan tentara Arab selalu menjadi pusat perhatian. Hal ini tidak lagi terjadi.
Artinya, Palestina tidak lagi mengandalkan perubahan mendadak arah pemerintahan Arab dan sikap resmi terhadap Gaza dan Palestina, dan Palestina siap untuk pertempuran panjang berdasarkan paradigma perlawanan alternatif yang melibatkan aktor non-negara dan peperangan non-tradisional.
Keempat, Sinwar juga membahas masalah penting mengenai kesiapan dan kesiapsiagaan Perlawanan Palestina.
“Kami telah mempersiapkan diri untuk perang atrisi berkepanjangan yang akan menghancurkan kemauan politik musuh, seperti Badai Al-Aqsa yang menghancurkan kemauan militernya,” tegas Sinwar dalam suratnya.
Kedua, sementara Palestina tetap menjadi pusat pertempuran, referensi untuk 'bersama', 'front dukungan', dan bahasa semacam itu dimaksudkan untuk menekankan pertempuran untuk kebebasan Palestina adalah pertempuran Muslim.
Ketiga, dalam suratnya, Sinwar mendefinisikan ulang konsep persatuan Arab dan Muslim. Dalam wacana Palestina secara keseluruhan, termasuk literatur politik awal Hamas, referensi ke pemerintah Arab dan tentara Arab selalu menjadi pusat perhatian. Hal ini tidak lagi terjadi.
Artinya, Palestina tidak lagi mengandalkan perubahan mendadak arah pemerintahan Arab dan sikap resmi terhadap Gaza dan Palestina, dan Palestina siap untuk pertempuran panjang berdasarkan paradigma perlawanan alternatif yang melibatkan aktor non-negara dan peperangan non-tradisional.
Keempat, Sinwar juga membahas masalah penting mengenai kesiapan dan kesiapsiagaan Perlawanan Palestina.
“Kami telah mempersiapkan diri untuk perang atrisi berkepanjangan yang akan menghancurkan kemauan politik musuh, seperti Badai Al-Aqsa yang menghancurkan kemauan militernya,” tegas Sinwar dalam suratnya.
Lihat Juga :