Militer Ukraina Dituding Menahan Warga Sipil Rusia di Kamp Konsentrasi

Jum'at, 13 September 2024 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Klaim ini didasarkan pada laporan saksi mata yang dikumpulkan Palang Merah Rusia di Kursk. Dari mereka yang ditahan, antara 70 dan 100 orang dibawa ke satu sekolah di Sudzha, tempat terjadinya beberapa pertempuran paling sengit.

Sesampainya di sana, mereka menjadi sasaran pelecehan psikologis dan dipertontonkan kepada wartawan asing, klaim RIA Novosti.

"Para wartawan ini tidak hanya melanggar batas wilayah Federasi Rusia secara ilegal, mereka melakukannya sebagai bagian dari unit hukuman paramiliter Angkatan Bersenjata Ukraina," papar laporan itu.

Laporan itu menambahkan, "Tujuan mereka adalah dengan sengaja memutarbalikkan kejadian sebenarnya, menciptakan latar belakang media yang menguntungkan bagi tindakan Angkatan Bersenjata Ukraina di Wilayah Kursk dan menyembunyikan informasi tentang kejahatan teroris terhadap warga sipil."

Pihak berwenang Rusia telah mengajukan tuntutan pidana terhadap wartawan Italia dan Amerika Serikat (AS) yang memasuki Kursk bersama pasukan Ukraina dan mewawancarai warga sipil di Sudzha.

Komandan Ukraina memerintahkan penyerbuan Kursk dalam upaya memaksa Rusia menarik pasukan dari garis depan dekat Donetsk, menurut panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Kolonel Jenderal Aleksandr Syrsky, bulan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
BTS Pecahkan Rekor Spotify,...
BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved