Inilah Detail Rencana Donald Trump Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Jum'at, 13 September 2024 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Ukraina, urai Vance, akan tetap mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya, tetapi Rusia mendapat jaminan netralitas dari Ukraina."Tidak bergabung dengan NATO atau lembaga serupa lainnya," ujarnya.
Sementara itu, rekonstruksi Ukraina harus didanai terutama oleh Jerman dan negara-negara Uni Eropa, yang dituduh Vance sebagai penanggung jawab upaya perang Kyiv.
“Saya pikir pada akhirnya seperti itulah bentuknya,” paparnya.
"Karena mereka takut padanya [Trump] di Rusia. Mereka takut padanya di Eropa, karena dia benar-benar bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan," imbuh Vance.
Menurut Vance, Moskow, Kyiv, dan Uni Eropa semuanya ingin konflik berakhir. "Tetapi pertempuran terus berlanjut karena [Presiden AS Joe] Biden tertidur di belakang kemudi dan Harris tidak tahu apa yang sedang dilakukannya," katanya.
"Kebijakan mereka adalah menghamburkan uang untuk masalah ini, berharap Ukraina mampu mencapai kemenangan militer yang bahkan Ukraina katakan 'tidak dapat kita capai'," paparnya.
Sementara posisi Trump, kata Vance, harus kuat dan cerdas serta bernegosiasi untuk mengakhiri perang tersebut.
Sementara itu, rekonstruksi Ukraina harus didanai terutama oleh Jerman dan negara-negara Uni Eropa, yang dituduh Vance sebagai penanggung jawab upaya perang Kyiv.
“Saya pikir pada akhirnya seperti itulah bentuknya,” paparnya.
"Karena mereka takut padanya [Trump] di Rusia. Mereka takut padanya di Eropa, karena dia benar-benar bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan," imbuh Vance.
Menurut Vance, Moskow, Kyiv, dan Uni Eropa semuanya ingin konflik berakhir. "Tetapi pertempuran terus berlanjut karena [Presiden AS Joe] Biden tertidur di belakang kemudi dan Harris tidak tahu apa yang sedang dilakukannya," katanya.
"Kebijakan mereka adalah menghamburkan uang untuk masalah ini, berharap Ukraina mampu mencapai kemenangan militer yang bahkan Ukraina katakan 'tidak dapat kita capai'," paparnya.
Sementara posisi Trump, kata Vance, harus kuat dan cerdas serta bernegosiasi untuk mengakhiri perang tersebut.
Lihat Juga :