Seteru Memanas, Pesawat Pengebom Nuklir AS dan Rusia Saling Unjuk Kekuatan

Jum'at, 13 September 2024 - 07:46 WIB
loading...
A A A
Menurut Pentagon, Angkatan Udara memiliki 60 pesawat pengebom yang mampu meluncurkan senjata nuklir.

Bulletin of the Atomic Scientists memperkirakan bahwa 42 di antaranya adalah Stratofortress, sedangkan sisanya adalah Spirit. Total ada 76 pesawat pengebom B-52H untuk misi serangan konvensional dan nuklir.

Stratofortress memiliki muatan 70.000 pon, dan dapat membawa hingga 20 rudal jelajah berhulu ledak nuklir yang diluncurkan dari udara, serta persenjataan konvensional campuran berupa bom, ranjau, dan rudal.

Militer Rusia juga mengumumkan bahwa dua pesawat pengebom Tu-160 atau Blackjack terbang di atas Laut Barents dan Laut Norwegia selama latihan Ocean-2024.

Jenis pesawat ini dapat membawa hingga 12 rudal jelajah nuklir serta senjata konvensional.

Para pesawat pengebom berlatih menembakkan rudal jelajah ke objek kritis musuh yang disimulasikan.

Penerbangan selama sembilan jam itu, yang dikawal oleh jet tempur Su-35S dan Su-30SM, dilakukan sesuai dengan aturan internasional tentang penggunaan wilayah udara, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Angkatan Udara Jerman ikut mengumumkan pada hari yang sama bahwa sekelompok pesawat militer Rusia, termasuk dua pengebom Tu-22M3 Backfire terlihat terbang di atas Laut Baltik tanpa rencana penerbangan dan transponder aktif untuk identifikasi. Mereka dicegat oleh jet tempur Jerman.

Backfire adalah bagian dari pasukan nuklir nonstrategis Rusia, yang mampu menembakkan rudal jelajah nuklir. Ia juga telah digunakan secara luas dalam serangan konvensional terhadap infrastruktur penting Ukraina.

Pada hari Kamis, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa sepasang Backfire lainnya terbang di atas Laut Okhotsk dan Samudra Pasifik selama latihan Ocean-2024.

Mereka berlatih untuk mengalahkan sekelompok kapal musuh yang disimulasikan, dan setidaknya satu dari pesawat pengebom tersebut membawa rudal di bawah sayapnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Berita Terkini
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved