PM China Li Qiang Temui Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Ini yang Dibahas
Kamis, 12 September 2024 - 11:19 WIB
loading...
PM China Li Qiang (kiri) menemui Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh. Foto/via SPA
A
A
A
RIYADH - Perdana Menteri (PM) China Li Qiang menemui Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh pada Rabu. Kedua pemimpin ini membahas kerja sama di beberapa sektor termasuk energi, investasi, dan perdagangan.
Sebelumnya, Li telah mendesak Beijing dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang meliputi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, untuk mempercepat negosiasi perdagangan bebas.
Menurut laporan kantor berita Xinhua, Li telah menyampaikan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di Riyadh dengan Sekretaris Jenderal GCC Jasem al-Budaiwi.
Baca Juga: Hubungan Kian Mesra, PM China Li Qiang Kunjungi Saudi
Sedangkan Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis (12/9/2024) melaporkan bahwa al-Budaiwi telah menekankan pentingnya untuk terus maju dan menyelesaikan perundingan perdagangan dalam waktu dekat.
Negosiasi perdagangan bebas telah terhenti karena kekhawatiran Arab Saudi tentang impor murah dari China, di mana sumber-sumber mengatakan kepada Reuters pada bulan Mei bahwa perundingan tersebut menemui jalan buntu.
Arab Saudi khawatir bahwa gelombang produk-produk China berbiaya rendah yang diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri akan merusak agenda industrinya, kata sumber-sumber tersebut.
Sebelumnya, Li telah mendesak Beijing dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang meliputi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, untuk mempercepat negosiasi perdagangan bebas.
Menurut laporan kantor berita Xinhua, Li telah menyampaikan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di Riyadh dengan Sekretaris Jenderal GCC Jasem al-Budaiwi.
Baca Juga: Hubungan Kian Mesra, PM China Li Qiang Kunjungi Saudi
Sedangkan Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis (12/9/2024) melaporkan bahwa al-Budaiwi telah menekankan pentingnya untuk terus maju dan menyelesaikan perundingan perdagangan dalam waktu dekat.
Negosiasi perdagangan bebas telah terhenti karena kekhawatiran Arab Saudi tentang impor murah dari China, di mana sumber-sumber mengatakan kepada Reuters pada bulan Mei bahwa perundingan tersebut menemui jalan buntu.
Arab Saudi khawatir bahwa gelombang produk-produk China berbiaya rendah yang diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri akan merusak agenda industrinya, kata sumber-sumber tersebut.
Lihat Juga :