Pasukan AS Dikerahkan ke Ladang Minyak Suriah, Siap Lawan Suriah

Selasa, 29 Oktober 2019 - 07:37 WIB
Pasukan AS Dikerahkan...
Pasukan AS Dikerahkan ke Ladang Minyak Suriah, Siap Lawan Suriah
A A A
WASHINGTON - Pasukan mekanis Amerika Serikat (AS) telah dikerahkan ke ladang minyak di Suriah timur dengan klaim mencegah kelompok ISIS merebutnya. Anehnya, pasukan Amerika menyatakan akan melawan setiap kekuatan apa pun termasuk tentara Damaskus dan Moskow jika menjadi ancaman.

Padahal, pemerintah Damaskus merupakan pemilik sah ladang minyak tersebut. Aset mahal itu awalnya diduduki kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kemudian direbut Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin pasukan Kurdi.

Misi pasukan Amerika untuk melindungi minyak di Suriah timur itu muncul setelah Washington menarik pasukannya dari Suriah barat laut awal bulan ini dan operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada Sabtu malam atau Minggu (27/10/2019) dini hari waktu Suriah.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper dalam konferensi pers pada hari Senin mengonfirmasi pengerahan pasukan mekanik Amerika di ladang minyak Suriah timur. Menurut Esper, misi pasukan itu adalah melindungi ladang minyak.

"Pasukan Amerika akan menanggapi dengan kekuatan militer yang sangat besar terhadap kelompok mana pun yang mengancam keselamatan pasukan kami di sana," katanya, seperti dikutip Russia Today, Selasa (29/10/2019).

Ketika ditanya apakah AS berpotensi merespons dengan kekuatan untuk melawan pasukan Rusia atau pun Suriah, Esper hanya menjawab; "ya".

Ancaman nyata Esper muncul setelah Moskow menuduh AS memfasilitasi penyelundupan minyak di Suriah. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyebut operasi ladang minyak oleh AS itu merupakan "bandit yang disponsori negara".

Dia menuduh Washington menempatkan pasukannya di sana untuk membantu penyelundup minyak menjarah sumber daya nasional Suriah. Kementerian tersebut juga menerbitkan foto udara pada hari Sabtu, yang diklaim menunjukkan minyak mentah Suriah diselundupkan ke luar negeri di bawah perlindungan AS yang kuat.

Ditanya apakah ladang minyak Suriah dan pasukan Amerika saat ini berada di bawah ancaman, Esper menjawab "tidak saat ini".

Presiden Donald Trump sebelumnya berjanji untuk membawa pulang 1.000 atau lebih pasukan AS yang berada di Suriah. Namun, faktanya beberapa di antaranya akan dipindahkan ke Irak, dan sebagian lagi akan tetap tinggal di ladang minyak Suriah. Masih belum jelas berapa banyak pasukan AS yang akan tetap berada di negara Presiden Bashar al-Assad tersebut.
(mas)
Berita Terkait
ISIS Tunjuk Pemimpin...
ISIS Tunjuk Pemimpin Baru, Konfirmasi Kematian Pendahulunya
Janda Bos ISIS Akui...
Janda Bos ISIS Akui Kayla Mueller Budak Abu Bakr al-Baghdadi
Jejak Berdarah Bos ISIS...
Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sosok Bos ISIS al-Qurayshi...
Sosok Bos ISIS al-Qurayshi yang Ledakkan Diri: Miliki 2 Lusin Nama, Berhadiah Rp143,7 M
Irak Tangkap Pentolan...
Irak Tangkap Pentolan ISIS Suksesor Favorit al-Baghdadi
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 menit yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
1 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
2 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
3 jam yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
3 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved