Ukraina Nyatakan Rudal Iran di Rusia Adalah Target Sah
Selasa, 10 September 2024 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
"Iran adalah mitra penting kami. Kami tengah mengembangkan hubungan perdagangan dan ekonomi. Kami tengah mengembangkan kerja sama dan dialog di semua bidang yang memungkinkan, termasuk yang paling sensitif, dan akan terus melakukannya demi kepentingan rakyat kedua negara kami," imbuh Peskov.
Iran juga membantah telah memasok rudal ke Rusia. Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyebut tuduhan tersebut bermotif politik.
"Kami dengan tegas menolak tuduhan tentang peran Iran dalam mengirim senjata ke satu pihak yang berperang dan kami menilai tuduhan ini bermotif politik oleh beberapa pihak," kata Kanaani. Meskipun ada penyangkalan ini, Ukraina tetap teguh pada pendiriannya.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengeluarkan peringatan keras selama akhir pekan, yang menyerukan Iran untuk berhenti mendukung upaya perang Rusia.
"Iran harus sepenuhnya dan secara definitif berhenti menyediakan senjata ke Rusia untuk membuktikan dengan tindakan, bukan kata-kata, ketulusan pernyataan kepemimpinan politiknya tentang tidak terlibatnya dalam mengobarkan mesin perang kematian Rusia," kata kementerian tersebut.
Iran juga membantah telah memasok rudal ke Rusia. Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyebut tuduhan tersebut bermotif politik.
"Kami dengan tegas menolak tuduhan tentang peran Iran dalam mengirim senjata ke satu pihak yang berperang dan kami menilai tuduhan ini bermotif politik oleh beberapa pihak," kata Kanaani. Meskipun ada penyangkalan ini, Ukraina tetap teguh pada pendiriannya.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengeluarkan peringatan keras selama akhir pekan, yang menyerukan Iran untuk berhenti mendukung upaya perang Rusia.
"Iran harus sepenuhnya dan secara definitif berhenti menyediakan senjata ke Rusia untuk membuktikan dengan tindakan, bukan kata-kata, ketulusan pernyataan kepemimpinan politiknya tentang tidak terlibatnya dalam mengobarkan mesin perang kematian Rusia," kata kementerian tersebut.
(mas)
Lihat Juga :