NATO Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia, Moskow Janjikan Respons Menyakitkan

Kamis, 05 September 2024 - 08:33 WIB
loading...
NATO Dukung Ukraina...
Moskow janjikan respons menyakitkan setelah NATO mendukung Ukraina menginvasi balik wilayah Kursk, Rusia. Foto/AP Photo/Alex Babenko
A A A
MOSKOW - NATO telah menyuarakan dukungan atas aksi Ukraina menginvasi balik wilayah Kursk, Rusia. Moskow mengecam sikap aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut dan berjanji akan memberikan respons yang menyakitkan.

Serangan Kursk, yang dimulai pada 6 Agustus dan terus berlanjut hingga sekarang, terus menuai kecaman signifikan dari Moskow, yang juga mengkritik mereka yang mendukung Kyiv dalam apa yang dipandangnya sebagai perambahan ilegal atas wilayah Rusia.

"Kami ingin memperingatkan para politikus yang tidak bertanggung jawab di Uni Eropa, NATO, dan luar negeri bahwa jika terjadi langkah agresif yang sama oleh rezim Kyiv, respons Rusia akan segera menyusul dan akan sangat menyakitkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu, yang dilansir Newsweek, Kamis (5/9/2024).

Baca Juga: Polandia Merasa Berkewajiban Tembak Jatuh Rudal Rusia, Langsung Ditegur NATO

Pernyataan Zakharova disampaikan di sela-sela Forum Ekonomi Timur, yang diadakan setiap tahun di Vladivostok, dan merupakan respons terhadap komentar terbaru tentang serangan Kursk dari pejabat tinggi NATO.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Sabtu pekan lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kepada surat kabar Jerman; Welt am Sonntag, bahwa serangan balik Ukraina merupakan tindakan membela diri terhadap agresi Rusia.

Menurutnya, wilayah Rusia di perbatasan merupakan target sah untuk serangan Ukraina.

"Rusia telah melancarkan perang agresi yang tidak beralasan terhadap Ukraina selama lebih dari 900 hari dan sejak itu telah melakukan banyak serangan dari wilayah Kursk melintasi perbatasan terhadap Ukraina," kata Stoltenberg.

"Tentara, tank, dan pangkalan Rusia merupakan target sah menurut hukum internasional," lanjut dia.

Stoltenberg, yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia, menambahkan bahwa hak Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia, dan tidak berhenti di perbatasan.

Zakharova menilai komentar bos NATO itu sebagai "pembenaran hukum semu untuk invasi ilegal Ukraina".

Selama wawancara dengan lembaga think tankCouncil on Foreign Relations pada pertengahan Agustus, petinggi militer AS Jenderal Christopher Cavoli memuji "kejutan operasional dan taktis" yang dicapai Ukraina dengan serangan tak terduga di Kursk.

Cavoli, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa dan tokoh militer berpangkat tertinggi kedua di NATO, menambahkan bahwa Rusia sejauh ini menunjukkan reaksi lambat dan tidak menentu terhadap serangan tersebut, dan gagal merumuskan strategi yang koheren untuk memukul mundur pasukan Kyiv.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Ukraina telah menunjukkan banyak keberanian strategis dengan melancarkan serangan di dalam wilayah Rusia. "Operasi Kursk telah memberikan pukulan telak pada narasi [Presiden Rusia Vladimir] Putin tentang perang ini," katanya.

Borrell juga meminta sekutu Ukraina untuk mencabut pembatasan penggunaan senjata yang diberikan kepada negara tersebut, dan mengizinkan angkatan bersenjata Kyiv untuk menggunakannya guna menyerang target di dalam wilayah Rusia.

Zakharova, yang juga mengkritik pernyataan Borrell, mengeklaim bahwa itu sama saja dengan Uni Eropa membiarkan terorisme terhadap Rusia.

"Politisi Uni Eropa menolak untuk berpikir tidak hanya secara masuk akal dan berwawasan jauh, tetapi juga sejalan dengan prinsip mereka sendiri," kata Zakharova.

"Mereka kehilangan rasa realitas dan sama sekali tidak memikirkan risiko eskalasi konflik yang lebih berbahaya, bahkan dalam konteks kepentingan mereka sendiri."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved