Bentrok Pecah di Barcelona, Krisis Politik Spanyol Kian Rumit

Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:43 WIB
Bentrok Pecah di Barcelona,...
Bentrok Pecah di Barcelona, Krisis Politik Spanyol Kian Rumit
A A A
BARCELONA - Demonstran dan personil kepolisian kembali bentrok di Barcelona saat unjuk rasa menentang vonis penjara pada sembilan pemimpin separatis Catalan. Unjuk rasa terus berlangsung di Spanyol dan menjadi tantangan bagi pemerintah lokal dan pusat.

Para pengunjuk rasa melemparkan botol, batu dan benda lainnya ke arah polisi anti-huru-hara. Demonstran juga membakar tong sampah dan kardus di tengah jalan di beberapa lokasi di Barcelona. Pagar-pagar gedung dibakar di dekat La Pedrera, salah satu gedung paling terkenal karya arsitek Catalan, Antoni Gaudi, yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Kepolisian menggunakan tongkat dan menembakkan peluru karet ke arah pengunjuk rasa. "Kepolisian mencoba menciptakan ruang sekitar kantor pusat pemerintah Spanyol. Empat orang telah ditahan," ungkap juru bicara kepolisian Spanyol, dilansir Reuters.

Seorang kameraman Reuters terkena pukulan polisi di bagian kaki saat merekam unjuk rasa. Kameraman itu jelas teridentifikasi sebagai jurnalis dengan tulisan press. Kameraman itu dipukul dari belakang dengan tongkat polisi.

Ini menjadi aksi unjuk rasa hari kedua setelah Mahkamah Agung (MA) memvonis sembilan pemimpin separatis dengan hukuman antara 9 dan 13 tahun penjara atas perannya dalam upaya gagal memerdekakan Catalonia dari Spanyol pada 2017.

Bentrok ini menjadi tantangan bagi pemerintahan regional, otoritas pro-kemerdekaan dan pemerintah pusat di Madrid. Kerusuhan terbaru itu pun menambah rumit konflik politik dan krisis ekonomi di negara tersebut.

Separatisme Catalan sejak lama memuji diri sebagai gerakan damai dan para pemimpinnya menyatakan sikap mereka tidak berubah. Namun keputusan MA tampaknya menciptakan frustrasi bagi kubu radikal pro-kemerdekaan Catalonia.

Juru bicara pemerintahan pro-kemerdekaan Catalan menyatakan gerakan separatis selalu damai dan hanya kelompok kecil yang melakukan kekerasan. "Pemerintah regional mengecam semua aksi kekerasan," papar juru bicara Meritxell Budo.
(sfn)
Berita Terkait
Mengerikan! Arkeolog...
Mengerikan! Arkeolog Temukan Jejak Kematian Hitam di Catalonia Spanyol
6 Juta Orang Tanpa Akses...
6 Juta Orang Tanpa Akses Air Bersih karena Kekeringan di Catalonia, Spanyol
5 Fakta 2 Partai Separatis...
5 Fakta 2 Partai Separatis Catalonia yang Mengguncang Politik Spanyol
Wabah Covid-19 Merebak,...
Wabah Covid-19 Merebak, Warga Prancis Diminta Tidak Sambangi Catalonia
Guardiola Serukan Publik...
Guardiola Serukan Publik Catalonia Penuhi Stadion untuk Laga Amal Palestina
Hajar Prancis, Begini...
Hajar Prancis, Begini Potret Kemenangan Spanyol menuju Final Euro 2024
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
1 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
2 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
3 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
6 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
8 jam yang lalu
Infografis
Korea Selatan Krisis...
Korea Selatan Krisis Politik, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved