PBB: Kesepakatan UEA-Israel Berpotensi Ubah Dinamika di Kawasan

Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:49 WIB
loading...
PBB: Kesepakatan UEA-Israel...
PBB sebut kesepakatan antara Israel dan UEA, sementara menghilangkan ancaman langsung terhadap perdamaian Timur Tengah, berpotensi mengubah dinamika di seluruh kawasan. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Kesepakatan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) , sementara menghilangkan ancaman langsung terhadap perdamaian Timur Tengah, berpotensi mengubah dinamika di seluruh kawasan. Hal itu disampaikan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov.

Berbicara di Dewan Keamanan (DK) PBB, Mladenov mengatakan komitmen Israel untuk menangguhkan rencananya untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang diduduki menghilangkan ancaman langsung yang mungkin mengganggu proses perdamaian dan stabilitas regional. ( Baca juga: Presiden DK PBB Indonesia Hentikan Langkah Sanksi AS pada Iran )

"Aneksasi merupakan pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, secara efektif menutup pintu untuk pembaruan negosiasi dan menghancurkan prospek negara Palestina yang layak dan solusi dua negara itu sendiri," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (26/8/2020).

Dia mengatakan, perjanjian Israel-UEA, yang mencakup normalisasi hubungan antara kedua negara, menciptakan peluang baru untuk kerja sama di saat Timur Tengah dan dunia menghadapi bahaya besar dari pandemi Covid-19. Ini, jelasnya, akan menciptakan peluang ekonomi dan peluang perdamaian.

"Saya berharap ini akan menginspirasi para pemimpin di semua sisi untuk terlibat kembali secara konstruktif dalam negosiasi yang bermakna untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina," jelasnya.

"Kerangka acuan untuk menyelesaikan konflik tidak berubah, mereka didasarkan pada resolusi PBB yang relevan, perjanjian bilateral dan hukum internasional. Hanya solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam perdamaian, keamanan, dan pengakuan timbal balik, yang dapat mengarah pada perdamaian yang berkelanjutan," sambungnya.

Saat ini, ujarnya, bukan waktunya untuk putus asa tentang perjuangan Palestina. Dia mengatakan, rencana aneksasi telah dihentikan, setidaknya untuk sementara waktu. ( Baca juga: Kebakaran Gedung Kejagung, 59 Saksi Sudah Diperiksa Penyidik Mabes Polri )

"Faktanya, hari ini adalah waktu untuk melipatgandakan upaya, untuk menjangkau lebih aktif dari sebelumnya kepada para pemimpin di Timur Tengah, dan untuk kepemimpinan Palestina dan Israel untuk terlibat kembali secara konstruktif," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved