Mengenal Martha Louise, Putri Kerajaan Norwegia yang Bangga Jadi Dukun
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Marius Borg Høiby, putra sulung Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit dan anak tiri Putra Mahkota Haakon, diduga melakukan kekerasan fisik dan tindak pidana. Ia mengaku mabuk dan mengonsumsi kokain saat ditangkap sebentar pada 6 Agustus di Oslo. Borg Høiby, yang merupakan putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, tidak memiliki gelar kerajaan atau tugas resmi.
Haakon menyebutnya sebagai "masalah serius."
Skandal tersebut, bersama dengan pernikahan kerajaan yang akan datang, telah secara serius mengikis dukungan untuk monarki Norwegia. Raja Harald tetap bungkam tentang masalah tersebut.
Sebuah partai politik Norwegia yang dikenal dengan sikap anti-kerajaannya menggunakan skandal baru-baru ini untuk mengkampanyekan usulan untuk mengubah Konstitusi dan menghapuskan monarki.
"Kasus-kasus ini menunjukkan beberapa tantangan mendasar terhadap monarki," kata Andreas Sjalg Unneland, seorang anggota parlemen dari Partai Kiri Sosialis yang berhaluan kiri, kepada The Associated Press terkait pernikahan kerajaan dan kasus Borg Høiby.
"Apakah kita harus menunggu skandal yang begitu besar hingga kita menghapuskan monarki, atau dapatkah kita mengakhirinya dengan bermartabat?" tanya Sjalg Unneland, seraya menambahkan bahwa negara harus mengadakan referendum mengenai masalah tersebut.
Baca Juga: Ini Bukti Kalau Presiden Putin Adalah Pemimpin yang Pendendam
Usulan tersebut, yang diharapkan akan diajukan bulan depan, kemungkinan besar tidak akan mendapat dukungan dari anggota parlemen lainnya.
Haakon menyebutnya sebagai "masalah serius."
Skandal tersebut, bersama dengan pernikahan kerajaan yang akan datang, telah secara serius mengikis dukungan untuk monarki Norwegia. Raja Harald tetap bungkam tentang masalah tersebut.
Sebuah partai politik Norwegia yang dikenal dengan sikap anti-kerajaannya menggunakan skandal baru-baru ini untuk mengkampanyekan usulan untuk mengubah Konstitusi dan menghapuskan monarki.
"Kasus-kasus ini menunjukkan beberapa tantangan mendasar terhadap monarki," kata Andreas Sjalg Unneland, seorang anggota parlemen dari Partai Kiri Sosialis yang berhaluan kiri, kepada The Associated Press terkait pernikahan kerajaan dan kasus Borg Høiby.
"Apakah kita harus menunggu skandal yang begitu besar hingga kita menghapuskan monarki, atau dapatkah kita mengakhirinya dengan bermartabat?" tanya Sjalg Unneland, seraya menambahkan bahwa negara harus mengadakan referendum mengenai masalah tersebut.
Baca Juga: Ini Bukti Kalau Presiden Putin Adalah Pemimpin yang Pendendam
Usulan tersebut, yang diharapkan akan diajukan bulan depan, kemungkinan besar tidak akan mendapat dukungan dari anggota parlemen lainnya.
Lihat Juga :