Eks Sandera Hamas Kembali ke Rumahnya dan 70% Desanya akan Dihancurkan Israel
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 21:05 WIB
loading...
Qaid Farhan Alkadi, 52 tahun, yang disandera Hamas di Jalur Gaza, minum kopi setelah tiba di desa Khirbet Karkur, dekat Rahat, Israel selatan, 28 Agustus 2024. Foto/AP/Mahmoud Illean
A
A
A
TEL AVIV - Seorang sandera Arab Badui Israel yang baru-baru ini dibebaskan dari Gaza telah kembali ke desanya di Khirbet Karkur dan mendapati 70% rumah-rumah di sana akan dihancurkan otoritas Israel.
Qaid Farhan Al-Qadi, 52 tahun, disambut di rumah sebagai pahlawan setelah 326 hari ditawan di Gaza.
Namun, kepulangan Al-Qadi dibayangi berita bahwa sebagian besar rumah di desanya terancam dihancurkan.
Meski keluarga Al-Qadi belum menerima pemberitahuan pembongkaran, sebagian besar tetangganya telah diberi tahu bahwa rumah mereka akan dihancurkan.
Seorang juru bicara Otoritas Pertanahan Israel dilaporkan Associated Press mengatakan, "mengingat situasi ini", mereka tidak akan memberikan surat perintah pembongkaran kepada keluarga Al-Qadi. Namun, konsesi ini tidak berlaku bagi tetangganya, yang rumahnya masih terancam.
Pemerintah Israel mengklaim rumah-rumah tersebut dibangun tanpa izin di area "hutan lindung" yang tidak ditetapkan sebagai perumahan.
Qaid Farhan Al-Qadi, 52 tahun, disambut di rumah sebagai pahlawan setelah 326 hari ditawan di Gaza.
Namun, kepulangan Al-Qadi dibayangi berita bahwa sebagian besar rumah di desanya terancam dihancurkan.
Meski keluarga Al-Qadi belum menerima pemberitahuan pembongkaran, sebagian besar tetangganya telah diberi tahu bahwa rumah mereka akan dihancurkan.
Seorang juru bicara Otoritas Pertanahan Israel dilaporkan Associated Press mengatakan, "mengingat situasi ini", mereka tidak akan memberikan surat perintah pembongkaran kepada keluarga Al-Qadi. Namun, konsesi ini tidak berlaku bagi tetangganya, yang rumahnya masih terancam.
Pemerintah Israel mengklaim rumah-rumah tersebut dibangun tanpa izin di area "hutan lindung" yang tidak ditetapkan sebagai perumahan.
Lihat Juga :