Media Asing Soroti Intrik Politik dan Gaya Hidup Mewah Keluarga Jokowi
Kamis, 29 Agustus 2024 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
Nama itu diubah sebagai bagian dari ritual adat Jawa saat dia masih kecil dan sakit-sakitan dengan Joko Widodo, dengan harapan nama itu akan membawa kesehatan dan keberuntungan yang lebih baik.
Sekarang para penentangnya mengejek Jokowi dengan memanggilnya Mulyono, melanggar tabu yang mendalam dalam budaya Indonesia dan menyatakan dengan tegas bahwa para pemilih mengharapkan kejatuhannya dalam politik—atau lebih buruk lagi.
Lebih lanjut, ulasan media Australia, menampilkan sisi kontras dari demonstrasi. Yakni, istri Kaesang; Erina Gudono, mendokumentasikan perjalanan mewahnya di Amerika Serikat di Instagram.
Terungkap bahwa pasangan itu terbang melintasi Pasifik dengan jet pribadi milik perusahaan game Singapura.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minggu ini mengatakan bahwa mereka berusaha untuk memperjelas masalah tersebut, dengan menegaskan: "Setiap orang sama di hadapan hukum".
Di Instagram, Erina membicarakan harga lobster roll yang harganya sekitar Rp400.000.
Para pengguna media sosial menyebut Erina sebagai "Marie Antoinette modern", yang menggambarkannya sebagai ratu Prancis yang tidak peduli dengan kehidupan rakyat jelata.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, Bahlil Lahadalia, sekutu utama Jokowi, mengatakan kepada partainya bahwa mereka tidak boleh main-main dengan "raja Jawa"—yang entah maksudnya siapa.
Ini adalah perubahan peristiwa yang mencengangkan bagi Jokowi, seorang presiden yang telah menikmati peringkat persetujuan yang baik selama dua masa jabatannya, termasuk 77 persen pada bulan April lalu.
Menurut ulasan media Australia, di sinilah letak masalah mendasar demokrasi Indonesia sejak jatuhnya rezim Suharto pada tahun 1998.
Meskipun dia mengundurkan diri, sebagian besar rezimnya yang didukung militer tidak mengundurkan diri.
Basis tradisional kekuatan politik dan ekonomi tetap utuh meskipun ada reformasi demokrasi yang ambisius pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an.
Sekarang para penentangnya mengejek Jokowi dengan memanggilnya Mulyono, melanggar tabu yang mendalam dalam budaya Indonesia dan menyatakan dengan tegas bahwa para pemilih mengharapkan kejatuhannya dalam politik—atau lebih buruk lagi.
Lebih lanjut, ulasan media Australia, menampilkan sisi kontras dari demonstrasi. Yakni, istri Kaesang; Erina Gudono, mendokumentasikan perjalanan mewahnya di Amerika Serikat di Instagram.
Terungkap bahwa pasangan itu terbang melintasi Pasifik dengan jet pribadi milik perusahaan game Singapura.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minggu ini mengatakan bahwa mereka berusaha untuk memperjelas masalah tersebut, dengan menegaskan: "Setiap orang sama di hadapan hukum".
Di Instagram, Erina membicarakan harga lobster roll yang harganya sekitar Rp400.000.
Para pengguna media sosial menyebut Erina sebagai "Marie Antoinette modern", yang menggambarkannya sebagai ratu Prancis yang tidak peduli dengan kehidupan rakyat jelata.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, Bahlil Lahadalia, sekutu utama Jokowi, mengatakan kepada partainya bahwa mereka tidak boleh main-main dengan "raja Jawa"—yang entah maksudnya siapa.
Ini adalah perubahan peristiwa yang mencengangkan bagi Jokowi, seorang presiden yang telah menikmati peringkat persetujuan yang baik selama dua masa jabatannya, termasuk 77 persen pada bulan April lalu.
Politik Didominasi oleh Dinasti, Alumni Militer
Menurut ulasan media Australia, di sinilah letak masalah mendasar demokrasi Indonesia sejak jatuhnya rezim Suharto pada tahun 1998.
Meskipun dia mengundurkan diri, sebagian besar rezimnya yang didukung militer tidak mengundurkan diri.
Basis tradisional kekuatan politik dan ekonomi tetap utuh meskipun ada reformasi demokrasi yang ambisius pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an.
Lihat Juga :