Israel Akan Danai Wisata Orang Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, Hamas: Itu Akan Memicu Perang Agama
Rabu, 28 Agustus 2024 - 18:20 WIB
loading...
Israel akan mendanai orang Yahudi ke Masjid Al-Aqsa dan Hamas menyebut itu akan memicu perang agama. Foto/AP
A
A
A
GAZA - Keputusan pemerintah Israel untuk mendanai wisata bagi pemukim ilegal di Masjid Al-Aqsa merupakan "eskalasi berbahaya" yang dapat memicu "perang agama." Demikian diungkapkan kelompok perlawanan Palestina Hamas.
Hamas menyebutkan, keputusan pemerintah untuk mendanai "wisata Zionis" adalah eskalasi berbahaya yang berisiko memicu perang agama, "yang menjadi tanggung jawab pendudukan dan pendukungnya."
“Pemerintah fasis ekstremis ini sedang bermain api, karena tidak peduli dengan akibat dari perilaku Zionisnya dalam melanggar kesucian, status, dan identitas Masjid Al-Aqsa yang diberkahi di negara Arab dan Islam kita,” pernyataan Hamas, dilansir Anadolu.
Sebelumnya, penyiar publik Israel KAN mengatakan kantor Menteri Warisan Budaya Amichai Eliyahu -- seorang menteri ekstremis yang dikenal anti-Palestina -- akan mengalokasikan 2 juta shekel (USD543) untuk tur berpemandu, yang diharapkan akan dilaksanakan dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: Militer Israel Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Tepi Barat
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Senin bahwa kebijakannya adalah "mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan salat di dalam Temple Mount (mengacu pada Masjid Al-Aqsa)," dengan mencatat bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengetahui kebijakannya sebelum membentuk pemerintahan koalisi.
Hamas menyebutkan, keputusan pemerintah untuk mendanai "wisata Zionis" adalah eskalasi berbahaya yang berisiko memicu perang agama, "yang menjadi tanggung jawab pendudukan dan pendukungnya."
“Pemerintah fasis ekstremis ini sedang bermain api, karena tidak peduli dengan akibat dari perilaku Zionisnya dalam melanggar kesucian, status, dan identitas Masjid Al-Aqsa yang diberkahi di negara Arab dan Islam kita,” pernyataan Hamas, dilansir Anadolu.
Sebelumnya, penyiar publik Israel KAN mengatakan kantor Menteri Warisan Budaya Amichai Eliyahu -- seorang menteri ekstremis yang dikenal anti-Palestina -- akan mengalokasikan 2 juta shekel (USD543) untuk tur berpemandu, yang diharapkan akan dilaksanakan dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: Militer Israel Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Tepi Barat
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Senin bahwa kebijakannya adalah "mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan salat di dalam Temple Mount (mengacu pada Masjid Al-Aqsa)," dengan mencatat bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengetahui kebijakannya sebelum membentuk pemerintahan koalisi.
Lihat Juga :