Jenderal Top Ukraina Akui Kegagalan Utama di Kursk Rusia
Rabu, 28 Agustus 2024 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Pokrovsk adalah pusat logistik utama bagi Angkatan Bersenjata Ukraina, yang telah memperkuat kota tersebut sejak 2014.
Pasukan Rusia telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Pokrovsk dalam beberapa pekan terakhir, dengan pejabat Amerika mengakui pada Senin bahwa Rusia telah membuat "kemajuan bertahap" menuju kota tersebut.
Pasukan Ukraina menyerbu Wilayah Kursk Rusia pada tanggal 6 Agustus, dalam serangan terbesar di wilayah Rusia yang diakui secara internasional sejak pecahnya permusuhan pada bulan Februari 2022.
Kemajuan tersebut dengan cepat dihentikan oleh militer Rusia, tetapi pertempuran di wilayah tersebut terus berlanjut, dan pasukan Ukraina masih menguasai sejumlah permukiman di daerah perbatasan.
Menurut angka terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia, serangan itu telah menyebabkan Ukraina kehilangan lebih dari 6.600 personel, 73 tank, dan lebih dari 500 kendaraan lapis baja.
Pimpinan Ukraina tidak konsisten dalam menjelaskan tujuannya untuk operasi Kursk. Awalnya, kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perebutan wilayah Rusia diperlukan untuk mengintimidasi publik Rusia dan memperoleh posisi yang lebih kuat selama perundingan damai dengan Moskow.
Pasukan Rusia telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Pokrovsk dalam beberapa pekan terakhir, dengan pejabat Amerika mengakui pada Senin bahwa Rusia telah membuat "kemajuan bertahap" menuju kota tersebut.
Pasukan Ukraina menyerbu Wilayah Kursk Rusia pada tanggal 6 Agustus, dalam serangan terbesar di wilayah Rusia yang diakui secara internasional sejak pecahnya permusuhan pada bulan Februari 2022.
Kemajuan tersebut dengan cepat dihentikan oleh militer Rusia, tetapi pertempuran di wilayah tersebut terus berlanjut, dan pasukan Ukraina masih menguasai sejumlah permukiman di daerah perbatasan.
Menurut angka terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia, serangan itu telah menyebabkan Ukraina kehilangan lebih dari 6.600 personel, 73 tank, dan lebih dari 500 kendaraan lapis baja.
Pimpinan Ukraina tidak konsisten dalam menjelaskan tujuannya untuk operasi Kursk. Awalnya, kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perebutan wilayah Rusia diperlukan untuk mengintimidasi publik Rusia dan memperoleh posisi yang lebih kuat selama perundingan damai dengan Moskow.
Lihat Juga :