Rusia Desak Prancis Bebaskan Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov

Minggu, 25 Agustus 2024 - 07:35 WIB
loading...
Rusia Desak Prancis...
Rusia desak Prancis untuk segera membebaskan miliarder pendiri Telegram Pavel Durov. Foto/Tech Crunch
A A A
MOSKOW - Rusia telah mendesak Prancis untuk segera membebaskan miliarder pendiri Telegram Pavel Durov. Miliarder teknologi berusia 39 tahun itu ditangkap polisi setelah tiba di bandara Paris dengan jet pribadi pada Sabtu malam.

Desakan dari Rusia disampaikan Wakil Ketua Duma Negara Vladislav Davankov.

Pavel Durov, yang berkewarganegaraan ganda Rusia-Prancis, ditangkap polisi dan ditahan tak lama setelah tiba di bandara Paris-Le Bourget.

Menurut laporan media lokal, pihak berwenang Prancis percaya bahwa aturan moderasi yang longgar dan teknologi enkripsi telah memungkinkan penggunaan pengirim pesan Telegram secara luas oleh para penjahat.

Baca Juga: Prancis Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov

Menulis di Telegram pada dini hari Minggu (25/8/2024), Davankov membela Durov. "Hampir tidak ada orang lain yang berbuat lebih banyak untuk pengembangan layanan digital di Rusia dan dunia," tulis dia.

"Kita harus mengeluarkannya dari sana. Saya telah mendesak Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov untuk mengajukan banding kepada otoritas Prancis agar membebaskan Pavel Durov dari tahanan," lanjut politisi tersebut.

"Penangkapannya dapat dimotivasi secara politik dan digunakan untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi pengguna Telegram. Kita tidak dapat membiarkan ini,” imbuh dia.

“Jika Paris menolak untuk membebaskan Durov, segala cara harus dilakukan untuk membawanya ke UEA atau Rusia—jika dia setuju, tentu saja," paparnya. Durov juga merupakan warga negara Uni Emirat Arab (UEA) serta Saint Kitts dan Nevis.

Davankov menolak tuduhan terhadap Durov, dengan mengatakan bahwa aktivitas terlarang dapat ditemukan di semua platform pengiriman pesan. "Tetapi tidak ada yang menangkap atau memenjarakan pemiliknya. Dan itu seharusnya tidak terjadi kali ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan pada hari Minggu bahwa Kedutaan Besar Rusia di Paris sedang berupaya menanggapi situasi dengan Durov.

Durov lahir di St Petersburg. Pada tahun 2006, dia mendirikan platform media sosial VK, yang sering disebut sebagai “Facebook-nya Rusia”.

Pada tahun 2013, dia meluncurkan Telegram, yang saat ini memiliki lebih dari 950 juta pengguna aktif bulanan.

Durov meninggalkan Rusia pada pertengahan tahun 2010-an dan sebagian besar tinggal di UEA. Dia menjadi warga negara Prancis pada tahun 2021.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Penampakan Pesawat Pengebom...
Penampakan Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Hancur Tak Berbekas
Rekomendasi
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Berita Terkini
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved