Bayi di Gaza Lumpuh Kakinya setelah Tertular Virus Polio
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
WHO mengatakan bulan lalu bahwa virus polio yang berasal dari vaksin tipe 2 (VDPV2) ditemukan di enam lokasi dalam sampel limbah yang dikumpulkan pada tanggal 23 Juni dari daerah Khan Yunis dan Deir Al-Balah di Gaza.
Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan pada Jumat rencana untuk memulai kampanye vaksinasi polio di daerah kantong yang terkepung tersebut pada akhir Agustus.
“Polio tidak akan membedakan antara anak-anak Palestina dan Israel. Menunda jeda kemanusiaan akan meningkatkan risiko penyebaran di antara anak-anak,” ungkap Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini di X.
“Tidaklah cukup hanya dengan membawa vaksin ke Gaza dan melindungi rantai dingin. Agar berdampak, vaksin harus berakhir di mulut setiap anak di bawah usia 10 tahun,” papar dia.
Polio, virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam, menimbulkan ancaman khusus bagi anak-anak di Gaza.
Munculnya kembali polio dikaitkan dengan rusaknya infrastruktur air dan sanitasi, ditambah dengan pembatasan Israel terhadap perbaikan dan pengiriman pasokan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada saat virus ditemukan bahwa, “Situasi tersebut muncul dari kondisi kesehatan yang menantang di Jalur Gaza, termasuk penyebaran penyakit menular, meluapnya limbah ke jalan-jalan dan di antara tenda-tenda pengungsi, dan kurangnya persediaan higienis pribadi dan air minum bersih.”
Risiko Penyebaran
Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan pada Jumat rencana untuk memulai kampanye vaksinasi polio di daerah kantong yang terkepung tersebut pada akhir Agustus.
“Polio tidak akan membedakan antara anak-anak Palestina dan Israel. Menunda jeda kemanusiaan akan meningkatkan risiko penyebaran di antara anak-anak,” ungkap Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini di X.
“Tidaklah cukup hanya dengan membawa vaksin ke Gaza dan melindungi rantai dingin. Agar berdampak, vaksin harus berakhir di mulut setiap anak di bawah usia 10 tahun,” papar dia.
Polio, virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam, menimbulkan ancaman khusus bagi anak-anak di Gaza.
Munculnya kembali polio dikaitkan dengan rusaknya infrastruktur air dan sanitasi, ditambah dengan pembatasan Israel terhadap perbaikan dan pengiriman pasokan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada saat virus ditemukan bahwa, “Situasi tersebut muncul dari kondisi kesehatan yang menantang di Jalur Gaza, termasuk penyebaran penyakit menular, meluapnya limbah ke jalan-jalan dan di antara tenda-tenda pengungsi, dan kurangnya persediaan higienis pribadi dan air minum bersih.”
Lihat Juga :