Pejabat AS Peringatkan Para Pencari Visa akan Menunggu Lebih Lama

Rabu, 26 Agustus 2020 - 04:04 WIB
loading...
Pejabat AS Peringatkan...
Beberapa orang berada di depan kantor USCIS di New York, AS, pada 2012. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Badan Amerika Serikat (AS) yang bertanggung jawab memproses aplikasi imigrasi menyatakan pihaknya menghindari rencana cuti untuk 70% stafnya.

Lembaga itu juga memperingatkan masih menghadapi masalah keuangan sehingga dapat membuat beberapa pencari visa menunggu waktu lebih lama.

Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) yang bertanggung jawab dalam proses izin kerja, green card dan visa lain nyatakan pihaknya menghindari rencana cuti untuk 30 Agustus.

“Namun pemangkasan belanja agresif USCIS akan mempengaruhi seluruh operasi, termasuk naturalisasi,” ungkap pernyataan USCIS, dilansir Reuters.

USCIS tergantung pada fee dari aplikasi imigrasi baru. Lembaga itu melaporkan penurunan fee 50% pada Juni akibat imigrasi yang berkurang selama pandemi virus corona.

Namun para pakar imigrasi dan mantan pejabat pernah mengatakan sebelum pandemi bahwa USCIS telah mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya proses dan batas lain yang ada pada aplikasi imigrasi.

Presiden AS Donald Trump dari Partai Republik telah membuat pembatasan prioritas imigrasi selama tiga setengah tahun pemerintahannya. (Baca Juga: India Tuding Pakistan Lakukan Lima Kebohongan Besar di DK PBB)

Deputi Direktur Kebijakan USCIS Joseph Edlow memperingatkan dalam pernyataannya menyatakan tak ada jaminan lembaga itu dapat menghindari cuti di masa depan dan meminta Kongres AS menjamin lembaga itu memiliki dana yang cukup untuk tahun fiskal 2021 yang dimulai pada Oktober. (Baca Infografis: Pengganti F-18 Super Hornet US Navy Kemungkinan Mirip F-14 Tomcat)

USCIS meminta dana talangan USD1,2 miliar dari Kongres pada Mei untuk menghindari kemungkinan cuti untuk para pekerja, namun para anggota parlemen menolak permintaan itu dengan alasan lembaga itu memiliki dana yang diperlukan untuk melanjutkan operasi selama tahun fiskal itu. (Lihat Video: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru, Terancam Hukuman Seumur Hidup)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved