Ditawari Trump Masuk Pemerintahannya, Elon Musk Beri Jawaban Tegas

Rabu, 21 Agustus 2024 - 07:01 WIB
loading...
Ditawari Trump Masuk...
Miliarder AS Elon Musk. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Miliarder Elon Musk telah menyatakan kesediaannya mengambil posisi di pemerintahan Amerika Serikat (AS) jika calon dari Partai Republik Donald Trump terpilih sebagai presiden.

Trump baru-baru ini menyarankan bahwa dia dapat memberi Musk peran penasihat dalam pemerintahannya.

Setelah upaya pembunuhan terhadap Trump bulan lalu, Musk secara terbuka mendukung pencalonannya. Musk saat itu menulis di X, "Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap dia segera pulih."

Pengusaha tersebut telah mengambil sikap yang semakin kritis terhadap Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam posting di X pada Selasa (20/8/2024), Musk memberi isyarat kepada Trump, "Saya bersedia untuk mengabdi."

Seorang pengguna menyarankan untuk menamai departemen yang dapat dipimpin Musk di pemerintahan AS sebagai "Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE)" yang tampaknya merujuk pada 'meme Doge' dan singkatan nama mata uang kripto Dogecoin.

Mengomentari ide tersebut, miliarder tersebut dengan bercanda menjawab bahwa ini adalah "nama yang sempurna."

Berbicara kepada Reuters pada Senin, Trump menggambarkan taipan teknologi itu sebagai "orang yang sangat cerdas."

"Saya pasti akan (menunjuk Musk untuk peran penasihat), jika dia mau melakukannya, saya pasti akan melakukannya," ujar calon dari Partai Republik itu.

Pekan lalu, Musk menggelar wawancara langsung dengan Trump di platform X, yang dimilikinya.

Pada satu titik selama percakapan itu, Musk meminta calon presiden itu untuk membentuk "komisi efisiensi pemerintah" untuk memastikan uang pembayar pajak digunakan dengan lebih baik.

Dia juga menawarkan bantuan untuk upaya semacam itu, yang ditanggapi Trump bahwa Musk akan ideal untuk peran itu.

Baca juga: Pejabat Katolik AS: Penjualan Gereja Bersejarah kepada Umat Islam Bukan Masalah Besar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
Sidang Dokter Tifa Memanas,...
Sidang Dokter Tifa Memanas, Kuasa Hukum Protes JPU Belum Serahkan Berkas BAP
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved