Petinggi Hamas Bongkar Keberpihakan CNN dalam Wawancara Panas

Rabu, 21 Agustus 2024 - 00:01 WIB
loading...
A A A
“Sayangnya, Anda telah meliput wilayah ini selama 20 tahun tetapi Anda mengawasi wilayah itu melalui mata Israel,” tegas Hamdan.

“Pada tahun 2014, Israel menyerang Gaza dan mereka membunuh lebih dari 4.000 warga Palestina, tidakkah Anda melihat itu? Mereka membunuh 1.000 warga Palestina dalam satu hari pada tahun 2008, dan Anda tidak melihat itu,” ungkap Hamdan mendesak pembawa acara CNN, sebelum disela lagi.

“Anda tidak dapat menjawab sendiri,” Hamdan mencoba berkata, memperingatkan bahwa dia akan meninggalkan studio jika dia tidak diizinkan menjawab pertanyaan Sciutto.

“Bukan tugas Anda untuk mendiktekan apa yang ingin saya katakan,” tegas Hamdan.

“Apakah Anda menerima tanggung jawab atas kematian warga sipil di Gaza?” Sciutto bersikeras.

“Anda masih melihat apa yang terjadi melalui mata Israel, mendengarkan melalui telinga Israel, dan berpikir seolah-olah Anda adalah bagian dari serangan militer Israel terhadap Palestina,” ujar Hamdan.

“Saya melihat bahwa Anda mendukung pembunuhan 40.000 warga Palestina, Anda tidak menyalahkan Israel atas apa pun,” tegas Hamdan, sebelum mengakhiri percakapan saat Sciutto mulai menyela, sekali lagi.

Genosida yang Berkelanjutan


Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved