Komandan Akhmat: Pasukan Ukraina Dihentikan di Seluruh Kursk, Pasukan Utama Dihancurkan
Selasa, 20 Agustus 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka dihentikan di lokasi yang tidak terlalu menguntungkan bagi mereka... Bahkan sekarang mereka sudah mulai aktif menggali. Tidak akan terlalu menguntungkan bagi mereka untuk mempertahankan diri, karena saat ini kami sudah mengendalikan pasokan, transportasi, logistik musuh. Dan mereka juga menderita kerugian besar pada rute logistik setiap hari," tambah Alaudinov.
Menurut komandan tersebut, tentara bayaran asing yang terlibat dalam operasi Kursk Ukraina termasuk prajurit dari negara-negara NATO.
"Mereka menambahkan sejumlah besar tentara bayaran asing, sebanyak yang dapat dikerahkan (untuk operasi Kursk). Saya pikir perlu dicatat bahwa di antara tentara bayaran asing ini ada orang-orang yang bekerja langsung di unit NATO," ujar Alaudinov.
Komandan Akhmat yakin operasi Kursk adalah rencana oleh kekuatan NATO yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Rusia dan menyebabkannya menghentikan kemajuannya melalui wilayah lain, dan menekankan hal itu telah disertai dengan kejahatan perang oleh pasukan musuh.
"AS dan Inggris memimpin operasi ini... Terobosan ini dimaksudkan untuk membuat kita bertekuk lutut dan mencekik kita. Sayangnya, ternyata musuh memasuki wilayah Rusia, warga sipil tewas, ditembak oleh musuh seolah-olah mereka berada di galeri tembak," ujar dia.
Sebelumnya pada Selasa, dalam wawancara dengan seorang koresponden perang China, Alaudinov mengatakan dia memperkirakan pertempuran, tidak hanya di wilayah Kursk, tetapi operasi militer khusus secara keseluruhan, akan selesai dalam dua atau tiga bulan ke depan.
Menurut komandan tersebut, tentara bayaran asing yang terlibat dalam operasi Kursk Ukraina termasuk prajurit dari negara-negara NATO.
"Mereka menambahkan sejumlah besar tentara bayaran asing, sebanyak yang dapat dikerahkan (untuk operasi Kursk). Saya pikir perlu dicatat bahwa di antara tentara bayaran asing ini ada orang-orang yang bekerja langsung di unit NATO," ujar Alaudinov.
Komandan Akhmat yakin operasi Kursk adalah rencana oleh kekuatan NATO yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Rusia dan menyebabkannya menghentikan kemajuannya melalui wilayah lain, dan menekankan hal itu telah disertai dengan kejahatan perang oleh pasukan musuh.
"AS dan Inggris memimpin operasi ini... Terobosan ini dimaksudkan untuk membuat kita bertekuk lutut dan mencekik kita. Sayangnya, ternyata musuh memasuki wilayah Rusia, warga sipil tewas, ditembak oleh musuh seolah-olah mereka berada di galeri tembak," ujar dia.
Sebelumnya pada Selasa, dalam wawancara dengan seorang koresponden perang China, Alaudinov mengatakan dia memperkirakan pertempuran, tidak hanya di wilayah Kursk, tetapi operasi militer khusus secara keseluruhan, akan selesai dalam dua atau tiga bulan ke depan.
Lihat Juga :