Angkatan Laut AS dan Prancis Gelar Latihan Gabungan di Laut Filipina

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 12:15 WIB
loading...
Angkatan Laut AS dan...
Personel Angkatan Laut Filipina mengawasi kapal Kanada HMCS Montreal (FFH336) selama Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral yang diadakan di Laut Filipina Barat, pada 7 Agustus 2024. Foto/AP/Prajurit Kelas Satu Carmelotes
A A A
MANILA - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan Prancis melakukan latihan gabungan di perairan Laut Filipina, menurut Armada Ketujuh Angkatan Laut AS.

"Armada ke-7 AS mengambil langkah-langkah rutin untuk memajukan interoperabilitas kami dengan sekutu dan mitra di Indo-Pasifik, seperti yang kami lakukan selama operasi bilateral pekan ini dengan sekutu lama Angkatan Laut Prancis kami," ungkap Wakil Laksamana Fred Kacher, komandan Armada Ketujuh pada Kamis (15/8/2024).

“Kegiatan tersebut melibatkan USS Dewey (DDG 105), kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke dari Angkatan Laut AS, bersama dengan FS Bretagne (D655), fregat kelas Aquitaine milik Angkatan Laut Prancis,” papar pernyataan tersebut.

Kapal-kapal tersebut melakukan manuver dalam formasi, berlatih komunikasi bersama, dan melaksanakan simulasi operasi pengisian bahan bakar saat berada di laut, menurut pernyataan tersebut.

AS dan sekutunya terus meningkatkan kehadiran militer di wilayah Asia untuk menghadapi meningkatnya pengaruh China.

AS dan sekutunya menganggap China sebagai salah satu ancaman. Beijing menilai AS terus mengganggu stabilitas regional dengan berbagai aktivitas militernya.

Baca juga: Hizbullah Pamer Rudal-rudal di Sistem Terowongan Canggih Siap Gempur Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Profil Cape Verde, Negara...
Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved